Cerita WNI Sulsel, Pasca Serangan Pangkalan AS di Kuwait
- 02 Mar 2026 03:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pasca serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat salah satunya Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait,membuat situasi keamanan semakin memanas di wilayah Timur Tengah, sejak Sabtu, 28 Februari 2026, Pekerja Migran Indonesia asal Sulsel Resti Setiawaty mengungakapkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait telah memberi arahan buat para WNI yang berada di sana melakukan langkah-langkah ketika terjadi keadaan darurat.
Resti bercerita kepada RRI Makassar, jika kondisi tempat tinggalnya di kota Hawalli, Kuwait, walaupun jauh dari lokasi penembakan rudal , namun suara sirine beberapa kali terdengar pertanda ada rudal yang lewat. “Kalau tempat tinggalku, agak jauh dari pangkalan udara, dan bandara dimana lokasi ditembakkannya rudal, tapi KBRI dan Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan dan arahan jika terjadi kondisi darurat,” katanya, Minggu, 1 Maret 2026 ,melalui pesan singkat di media sosialnya.
Ia mengungkapkan walaupun kota yang ditempatinya terbilang cukup aman, namun suara sirine terdengar beberapa kali, tentunya cukup khawatir namun tetap beraktifitas seperti biasa.“Sejauh ini masih aman, tapi memang beberapa kali terdengar bunyi tanda sirine siaga menandakan ada rudal yang sedang lewat , kadang juga terdengar suara ledakan. Warga di sini juga membatasi beraktifitas di luar, Pemerintah setempat responnya juga cepat, KBRI juga aktif memberikan imbauan“terangnya
Lebih jauh, Resti menyebutkan ada beberapa imbauan yang harus dilaksanakan mengantisipasi kondisi darurat bisa saja terjadi,”Kami diminta mengisi link peduli WNI, kemudian persedian barang pribadi dan waspada kalau ada serangan parah , termasuk disiapkan call center dari pemerintah Kuwait,”sebutnya
Menurutnya, kondisi paling parah terjadi sabtu lalu karena terdengar beberapa kali sirine bunyi dan juga ledakan, “Paling parah kemarin,(Sabtu 28 Februari, red) sirine terdengar hingga malam hari, serta suara ledakan,” ucapnya.
Menurutnya, ada beberapa informasi terkait sirine yang bunyi, sehingga warga diminta untuk memperhatikannya seperti ketika bunyi sirine terputus-putus, artinya masuk peringatan bahaya , bergelombang naik turun, bahaya terjadi dan evakuasi, "Jika suara sirine stabil maka bahaya berakhir, yang paling sering didengar sirine panjang menandakan rudal lewat," terangnya
Walaupun berada dalam kondisi tersebut, Resti tetap beraktifitas sebagai pekerja di Tailoring di Fix and Company, karena tidak ada gangguan yang menyebabkan aktifitas terhenti,karena yang diserang markas militer Amerika dan bandara, "Saya tetap beraktifitas seperti biasa, komunikasi dengan beberapa sesama PMI juga dilakukan untuk saling bertukar kabar, karena sebagian ada yang tinggal dekat pelabuhan di sana," ungkapnya
Resti berharap situasi ini tidak berkepanjangan , Karena tentu akan berdampak luas ketika perang ini terus berlanjut. "Saya harap permasalahan ini bisa segera selesa, karena jika berkelanjutan dampaknya sangat tidak bagus terutama untuk ekonomi," paparnya