Selat Hormuz Ditutup, BBM Terancam Melonjak dan Rupiah Anjlok
- 01 Mar 2026 17:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Perang Amerika - Iran di timur tengah yang berujung pada Ditutupnya Selat Hormus dari aktivitas pelayaran oleh otoritas Iran. Pengumuman penutupan salah satu jalur strategis perdagangan dunia setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamaeni dinyatakan tewas dalam sebuah serangan oleh AS dan Israel.
Menanggapi penutupan selat yang memisahkan Uni Emirat Arab dan Iran ini, pengamat ekonomi Dr Sutardjo Tui, S.E.,M.Si kepada RRI Minggu siang 1 Maret 2026 mengatakan jika harga minyak dunia akan melonjak. Menurutnya selat Hormus merupakan jalur dari 20 persen perdagangan minyak dunia termasuk import Indonesia.
"Selat Hormuz itu ya, di situ adalah salah satu pusat perdagangan BBM untuk kebutuhan dunia, utamanya untuk Indonesia. Kalau itu tidak ada transaksi, berarti kan dampaknya BBM akan naik."ujar Sutardjo
Kenaikan harga minyak dunia lanjut Sutardjo juga akan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap dollar akan menambah beban fiskal dimana APBN Indonesia saat ini defisit.
"BBM naik, Mungkin minggu-minggu depan ini terjadi gejolak luar biasa tentang kita punya Rupiah pasti akan melemah saya memprediksinya di atas 17.000. Ditambah lagi dengan kita punya APBN defisit hampir 3% lebih" jelasnya.
Ditambahkan Dr Sutardjo, meski terjadi gejolak, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup untuk memitigasi dampak lebih luas. Cadangan Devisa yang saat ini mencapai 156, 5 milliar dollar masih cukup untuk impor namun sulit memperkuat posisi tawar rupiah.
"Devisa kan kita kuat, besar ya. Bisa itu hari kan menurut Bank Indonesia adalah bisa membiayai 6 bulan impor. Tetapi tidak akan mampu menahan gejolak Rupiah, tidak akan mampu dia."tutupnya.