Atlet Tinju Asal Sulsel Siap Ukir Sejarah Dunia

  • 30 Nov 2025 13:35 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar: Keikutsertaan Yosua Holy Masihor pada Kejuaraan Dunia Tinju IBA 2025 menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga tinju di Sulawesi Selatan. Holy sebelumnya mencetak sejarah saat tampil pada kejuaraan dunia di Tashkent tahun 2023, yang menjadi penampilan perdana petinju Sulsel di arena dunia.

Kini, ia kembali dipercaya tampil membawa nama Indonesia setelah rangkaian prestasinya yang mengesankan. Sebelum berlaga di Dubai, Holy telah menuntaskan rangkaian latihan fisik dan teknik yang dipusatkan di Jakarta.

Pelatihnya, Dufri Masihor, menilai performa Holy terus meningkat selama masa pelatnas. Dufri yang juga mantan petinju nasional berharap pengalaman bertanding di berbagai event internasional akan menjadi modal utama bagi Holy menghadapi lawan-lawan tangguh.

Ketua PERTINA Sulsel, Harpen Reza Ali, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi atlet andalannya meski tanpa dukungan anggaran daerah. Menurutnya, pencapaian Holy adalah bukti bahwa atlet Sulsel mampu bersaing di kancah dunia jika diberi kesempatan.

“Semua demi nama baik dan harga diri orang Bugis,” tegas Harpen sembari meminta dukungan masyarakat,Sabtu (29/11/2025).

Sekretaris PERTINA Sulsel, Sri Syahril, menyebut kejuaraan dunia ini merupakan kesempatan emas untuk mengukur kemampuan atlet Sulsel. Ia menilai momentum ini tidak hanya mewakili prestasi individu, tetapi simbol perjuangan daerah yang selama ini konsisten mencetak atlet berprestasi. Ia berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap atlet potensial.

Holy yang dihubungi sebelum keberangkatan mengaku siap menghadapi tantangan besar pada kejuaraan dunia nanti. Ia mengatakan telah mempersiapkan diri secara fisik maupun mental guna menghadapi lawan dari berbagai negara.

"Saya siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan Sulsel,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Federasi Tinju Dunia IBA menyediakan total hadiah USD 8,32 juta atau sekitar Rp 138 miliar bagi para juara dari 13 kelas pertandingan. Para juara pertama akan membawa pulang USD 300.000, sementara juara kedua menerima USD 150.000 dan juara ketiga mendapatkan USD 75.000. Hadiah tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para petinju, termasuk Holy, untuk tampil optimal.

Rekomendasi Berita