Produk Daur Ulang Sulsel Tampil di World Expo Jepang
- 12 Okt 2025 14:35 WIB
- Makassar
KBRN, Jepang : Inovasi pengelolaan sampah plastik dari Sulawesi Selatan berhasil mencuri perhatian dunia pada ajang World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) UID Sulselrabar memboyong produk daur ulang Rappo Indonesia untuk tampil di pameran internasional tersebut.
Rappo Indonesia, yang berbasis di kawasan pesisir Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dikenal sebagai pelopor ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna seperti furnitur dan kerajinan kreatif. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Diaspora Indonesia di Jepang, Anshar Abdullah, menjadi salah satu pengunjung yang terkesan dengan karya tersebut.
“Saya tidak menyangka ada produk inovatif dari Sulawesi Selatan yang dipamerkan di ajang internasional sekelas Osaka Expo. Ini karya yang membanggakan! Semoga Rappo semakin jaya dan terus berkontribusi bagi bumi yang lebih hijau,” ujarnya.
Founder Rappo Indonesia, Akmal, mengungkapkan bahwa perhatian besar dari pengunjung dunia menjadi dorongan moral bagi para pengrajin lokal..“Selama mengikuti pameran ini, kami tidak menyangka besarnya apresiasi terhadap karya masyarakat pesisir Untia. Antusiasme mereka membuktikan bahwa inovasi berbasis pemberdayaan dan keberlanjutan mampu menyentuh hati dunia,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan PLN, Rappo Indonesia telah mengelola lebih dari 1,36 ton sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 150 warga pesisir, serta menggandeng berbagai mitra seperti bank sampah, pengrajin, TPS3R, pengepul, dan komunitas pengumpul limbah.
Akmal menjelaskan bahwa multiplier effect dari program ini semakin nyata. “Program ini memberikan penghasilan tambahan dan menciptakan peluang kerja. Kami telah merekrut dua mitra pengrajin, empat mitra pengolah plastik, serta bekerja sama dengan dua TPS3R, satu bank sampah, empat pengepul, dan berbagai kegiatan pengumpulan limbah,” terangnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa dukungan terhadap Rappo Indonesia sejalan dengan komitmen PLN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami mengapresiasi produk mitra binaan PLN yang mampu mencuri perhatian di ajang pameran dunia. Keberlanjutan lingkungan adalah bagian penting dari layanan energi bersih dan berkeadilan. Melalui kolaborasi dengan Rappo Indonesia, PLN menghadirkan solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik sekaligus memberdayakan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, transisi energi bersih harus berjalan berdampingan dengan transisi hijau melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Program TJSL PLN tidak hanya fokus pada aspek ekologis, tetapi juga penguatan ekonomi lokal melalui pelatihan dan pendampingan masyarakat.
Partisipasi di Osaka Expo 2025 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa produk lokal berbasis keberlanjutan mampu bersaing di panggung global.(*)