Ramadhan: Jalan Pulang menuju Ampunan Allah
- 26 Feb 2026 11:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Bulan suci Ramadhan kembali hadir sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ramadhan bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi jalan pulang bagi setiap hamba yang merindukan ampunan dan kasih sayang-Nya.
Menurut Muhammad Syafei Karsali, dari Ikatan Dai Muda Indonesia, dalam obrolan Muddani Spesial Ramadhan di Pro 4 RRI Makassar pada hari Rabu 25 Februari 2026, Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani yang Allah siapkan khusus untuk membersihkan hati manusia. “Di bulan ini, Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan, dan dosa-dosa masa lalu berpeluang dihapus jika disertai taubat yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, puasa Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Proses menahan diri tersebut sejatinya adalah latihan untuk kembali ke fitrah sebagai hamba Allah yang taat dan rendah hati. Dengan puasa, seseorang diajak menyadari kelemahan diri dan ketergantungannya kepada Sang Pencipta.
Lebih lanjut, Muhammad Syafei Karsali menekankan bahwa Ramadhan juga merupakan bulan Al-Qur’an. Interaksi intens dengan Al-Qur’an melalui tilawah, tadabbur, dan pengamalan nilai-nilainya menjadi sarana utama untuk menuntun hati menuju jalan kebenaran. “Al-Qur’an adalah petunjuk pulang. Siapa yang mendekat kepadanya di bulan Ramadhan, insyaAllah akan dituntun menuju ampunan,” jelasnya.
Selain ibadah personal, Ramadhan juga mengajarkan kepedulian sosial. Semangat berbagi, memperbanyak sedekah, dan membantu sesama menjadi bagian penting dari perjalanan menuju ampunan Allah. Menurutnya, kepedulian terhadap orang lain merupakan wujud nyata dari keimanan dan bukti bahwa puasa membentuk kepekaan sosial umat.
Ia juga mengingatkan bahwa puncak Ramadhan adalah upaya meraih malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi simbol keseriusan seorang hamba dalam mengetuk pintu ampunan Allah dan berharap rahmat-Nya.
Menutup pernyataannya, Muhammad Syafei Karsali mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan. “Ramadhan adalah jalan pulang. Jangan biarkan bulan ini berlalu tanpa perubahan. Jika kita keluar dari Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan akhlak yang lebih baik, maka itulah tanda ampunan Allah telah menghampiri,” pungkasnya.