Munafri Arifuddin Siapkan Solusi Komprehensif Atasi Banjir
- 14 Feb 2026 09:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau kondisi Perumahan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Jumat, 13 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah konkret memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus merumuskan solusi penanganan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut saat musim hujan.
Munafri yang akrab disapa Appi didampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa serta Camat Manggala. Kehadiran mereka untuk melihat langsung kondisi wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, khususnya di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang.
Dalam peninjauan tersebut, kondisi kawasan terpantau normal tanpa genangan seperti yang kerap terjadi pada musim penghujan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar tetap memperkuat langkah antisipatif.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar (BPBD), Pemkot telah memasang alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir. Salah satu perangkat EWS dipasang di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala, sebagai bagian dari sistem mitigasi untuk memberikan peringatan lebih cepat kepada warga.
“Tujuan kami berada di Kecamatan Manggala, tepatnya di Perumnas Blok 10 Antang, untuk melihat kawasan yang setiap tahun banjir akibat curah hujan. Kami hadir untuk memastikan infrastruktur yang ada di tempat ini dan mencari solusi,” ujar Appi.
Ia menyampaikan, kondisi musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan situasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun, normalisasi drainase dan pembersihan saluran air tetap menjadi prioritas agar aliran air berjalan lancar.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan proses pembersihan saluran-saluran seperti drainase akan terus kita lakukan untuk memastikan ada alur air,” katanya.
Munafri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkot telah melakukan survei bersama tim ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) guna mengkaji persoalan banjir di kawasan tersebut. Hasil kajian itu akan ditindaklanjuti dalam perencanaan lanjutan yang lebih komprehensif.
Selain normalisasi drainase, alternatif pembangunan tanggul juga tengah dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. Namun, rencana tersebut masih menunggu perencanaan teknis dan perhitungan matang.
Di sisi lain, Appi menyoroti peran kolam retensi dan Waduk Nipah-Nipah dalam pengendalian banjir. Daya tampung waduk yang diperkirakan sekitar 33 persen dinilai perlu ditingkatkan melalui penambahan kolam retensi baru.
Bahkan, opsi pembebasan sejumlah rumah di titik paling terdampak untuk dijadikan kolam retensi turut menjadi wacana. Namun, ia menegaskan langkah tersebut masih membutuhkan kajian mendalam dan perencanaan yang matang.
Dalam waktu dekat, Pemkot Makassar juga akan menggelar pembersihan massal di kawasan Blok 10 Manggala. Appi mengingatkan, faktor kiriman air dari wilayah hulu tetap menjadi potensi risiko meski di kawasan Perumnas Antang tidak terjadi hujan.
Dengan pendekatan teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, Pemkot Makassar berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan tiba.