Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Anak Usia Dini

  • 31 Okt 2025 14:55 WIB
  •  Madiun

KBRN Madiun: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai tahun ajaran 2025-2026 akan melaksanakan program besar pengenalan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) di sekitar 40.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari transformasi digital pendidikan nasional yang menyiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin terdorong oleh teknologi.

Program ini mencakup satuan pendidikan dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dengan pendekatan bertahap sesuai tingkat perkembangan anak. Untuk jenjang PAUD dan SD kelas awal, pembelajaran difokuskan pada logika berpikir komputasional, sedangkan pada tingkat SMP dan SMA mulai diperkenalkan dasar-dasar pemrograman, analisis data sederhana hingga konsep AI dasar seperti pengenalan pola dan pengambilan keputusan otomatis.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa pembelajaran ini bukan hanya soal kemampuan teknis tetapi juga untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif pada anak-anak sejak dini. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis teknologi di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menyediakan platform daring KodingKA yang menjadi pusat sumber belajar digital. Platform ini berisi modul interaktif, latihan berbasis permainan, serta panduan bagi guru dan orang tua untuk mendampingi anak belajar. Selain itu, ribuan guru akan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi digital agar siap mengimplementasikan pembelajaran berbasis AI di kelas masing-masing.

Program ini juga berkolaborasi dengan industri teknologi nasional dan internasional, seperti perusahaan penyedia software edukasi, universitas, dan startup edutech. Tujuannya adalah memastikan materi ajar dan kurikulum sejalan dengan kebutuhan masa depan dunia kerja, di mana pemahaman tentang logika pemrograman dan kecerdasan buatan menjadi kompetensi utama.

Dengan adanya pembelajaran koding dan KA sejak dini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat memiliki kecakapan digital dasar yang setara dengan standar global, serta mampu menjadi inovator muda di era teknologi cerdas. Sumber: KodingKA Kemendikdasmen. (umi)


Rekomendasi Berita