Indonesia Disebut Aman Hadapi Potensi Perang Dunia

  • 03 Mar 2026 14:34 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Indonesia disebut sebagai salah satu negara paling aman untuk ditinggali apabila Perang Dunia III terjadi. Klaim ini ramai diperbincangkan di media sosial dan menempatkan Indonesia bersama sejumlah wilayah dan negara lain seperti Antartika, Selandia Baru, Swiss, dan Islandia sebagai lokasi yang dinilai relatif aman dari dampak konflik global berskala besar.

Penilaian tersebut dikaitkan dengan posisi politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif. Sejak era Konferensi Asia-Afrika 1955, Indonesia konsisten tidak memihak blok kekuatan besar dan menekankan diplomasi damai dalam hubungan internasional. Sikap non-blok ini dinilai dapat meminimalkan risiko keterlibatan langsung dalam konflik militer antarnegara besar.

Dalam kajian yang dipublikasikan di Journal of Peace Research, negara dengan kebijakan netral atau tidak terikat aliansi militer formal cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk menjadi target langsung dalam konflik bersenjata. Sementara itu, jurnal International Security menyebutkan bahwa negara yang berada di luar pakta pertahanan kolektif memiliki probabilitas lebih kecil terseret dalam eskalasi perang antar kekuatan besar.

Selain faktor politik, letak geografis Indonesia yang tidak berada di pusat konflik militer global utama juga menjadi pertimbangan. Namun para ahli menegaskan bahwa tidak ada negara yang sepenuhnya aman dalam perang global modern. Dalam studi yang dimuat di World Development, dampak perang global terhadap negara yang tidak terlibat langsung tetap signifikan, terutama melalui gangguan rantai pasok, tekanan ekonomi, dan lonjakan harga energi serta pangan.

Dengan demikian, meskipun secara geopolitik Indonesia memiliki sejumlah faktor yang mendukung stabilitas, klaim sebagai negara “paling aman” perlu dipahami secara proporsional. Ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, serta kekuatan diplomasi tetap menjadi kunci menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Rekomendasi Berita