Kemenag BWI NTT Perkuat Pengelolaan Wakaf Transparan Produktif
- 12 Mar 2026 13:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan wakaf yang transparan, akuntabel, dan berdampak bagi kesejahteraan umat, Badan Wakaf Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan Audiens dengan Kakanwil Kementrian Agama Fransiskus Kariyanto. Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum perkenalan pengurus baru BWI NTT serta penyampaian sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan.
Di antaranya penguatan pembinaan nazhir, peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah, serta percepatan pengukuhan kepengurusan BWI di tingkat kabupaten/kota di seluruh wilayah NTT. Selain itu, BWI NTT juga mendorong pengembangan program wakaf uang sebagai salah satu instrumen filantropi Islam yang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Program ini memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam wakaf secara lebih luas melalui penghimpunan dana yang kemudian dikelola secara produktif untuk berbagai program kemaslahatan. Kakanwil Kemenag Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto menyambut baik kehadiran BWI dan menegaskan pentingnya tata kelola wakaf yang profesional dan sesuai regulasi.
Menurutnya, pengelolaan wakaf harus dilakukan secara hati-hati, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan utama pengelolaan wakaf adalah meningkatkan kesejahteraan umat. Karena itu pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” kata Fransiskus Kariyanto, Rabu 11 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas penguatan transparansi pengelolaan wakaf melalui digitalisasi, termasuk rencana pengembangan platform atau aplikasi yang memudahkan masyarakat mengakses informasi wakaf dan memastikan penyaluran manfaatnya tepat sasaran. Audiensi ini turut menyinggung beberapa persoalan yang sedang ditangani, termasuk penyelesaian sengketa wakaf di wilayah Kota Kupang dan Labuan Bajo. (humas/anna)