NASA Siapkan Pengiriman Astronaut ke Bulan Februari 2026

  • 04 Feb 2026 08:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, AS - NASA bersiap menghidupkan kembali penjelajahan manusia di Bulan setelah absen selama lebih dari 50 tahun. Melalui program Artemis II, empat astronaut dijadwalkan lepas landas pada 8 Februari 2026.

Momen bersejarah ini menandai kembalinya misi berawak ke satelit Bumi untuk pertama kalinya sejak berakhirnya misi Apollo 17 pada Desember 1972. Berdasarkan data resmi NASA, misi Artemis II akan diawaki oleh kuartet astronaut lintas negara.

Tim ini terdiri dari Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, dan Spesialis Misi Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen yang mewakili Badan Antariksa Kanada. Dalam ekspedisi selama 10 hari tersebut, para kru akan mengorbit Bulan guna menguji reliabilitas roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion di lingkungan antariksa yang ekstrem.

Keberhasilan uji coba Artemis II merupakan prasyarat mutlak sebelum NASA merealisasikan pendaratan manusia di permukaan Bulan pada 2027. Pengujian ini akan memvalidasi kesiapan infrastruktur untuk misi durasi panjang di luar orbit rendah Bumi.

Di balik kecanggihan teknisnya, misi ini juga mendobrak batasan sosial dalam eksplorasi antariksa: Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen masing-masing akan mengukir sejarah sebagai orang kulit berwarna pertama, perempuan pertama, dan warga negara non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan menuju Bulan.

Misi Artemis II diprediksi mampu memecahkan rekor jarak tempuh terjauh manusia di luar angkasa, melampaui capaian historis Apollo 13 pada tahun 1970. Sejauh mana rekor baru ini tercipta akan sangat bergantung pada konfigurasi lintasan dan jendela peluncuran yang ditetapkan.

Jika berjalan sesuai rencana, keempat kru tersebut akan menempuh jarak yang lebih jauh dari 400.171 km dari Bumi, angka yang hingga kini masih menjadi titik terjauh yang pernah dicapai manusia. Akibat kendala cuaca dingin di Florida, peluncuran Artemis II resmi diundur dari 6 Februari ke 8 Februari 2026.

Perubahan ini juga berimbas pada jadwal latihan pengisian bahan bakar (wet dress rehearsal) yang baru terlaksana pada 2 Februari. Langkah ini diambil NASA untuk memberikan waktu ekstra bagi tim teknis dalam mempersiapkan segala aspek keamanan peluncuran.

Pesawat ARTEMIS II yang akan menerbangkan 4 awak NASA ke bulan. (Foto : NASA)

Sebagai langkah antisipasi, NASA telah menetapkan tanggal 10 dan 11 Februari sebagai jendela peluncuran cadangan jika misi pada 8 Februari terhambat. Berbeda dengan pendekatan misi Apollo yang berfokus pada pendaratan di permukaan, Artemis II dirancang khusus untuk mengorbit Bulan tanpa menyentuh permukaannya. Misi ini mengandalkan free-return trajectory, sebuah teknik navigasi yang memanfaatkan tarikan gravitasi Bulan untuk mengarahkan kembali wahana antariksa ke Bumi secara otomatis.

Kru akan menempuh perjalanan tiga hari menuju Bulan dan menghabiskan sehari untuk mendokumentasikan sisi jauhnya. Saat kembali, sistem perlindungan panas Orion akan diuji secara ekstrem ketika kapsul melaju 40.000 km/jam saat memasuki atmosfer.

Ini adalah misi berawak pertama ke ruang angkasa dalam sejak 1972, yang bertujuan mengakhiri jeda panjang pasca-Apollo. Lebih dari sekadar kunjungan, Artemis II adalah langkah awal NASA untuk membangun eksistensi berkelanjutan di Bulan serta mempersiapkan jalur menuju planet Mars. (AK)

Rekomendasi Berita