Satu Huruf Beda Makna, Pebruari atau Februari?

  • 28 Feb 2026 22:21 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Masih banyak masyarakat yang ragu saat menulis nama bulan kedua dalam setahun. Ada yang menulis Pebruari, ada pula yang menyebut Febuari. Lantas, mana yang sebenarnya benar. Pertanyaan ini kerap muncul, terutama di media sosial maupun dalam penulisan resmi. Perbedaan satu huruf saja ternyata bisa mengubah status sebuah kata menjadi baku atau tidak baku.

Untuk memastikan penulisan yang tepat, rujukannya jelas: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI yang dikelola Kementerian Pendidikan, penulisan yang benar adalah Februari (Feb.ru.a.ri), menggunakan huruf awal F, bukan P.

Menurut KBBI, Februari adalah bulan kedua dalam kalender Masehi yang berjumlah 28 hari, kecuali pada tahun kabisat yang memiliki 29 hari. Sementara itu, kata Pebruari tercatat sebagai bentuk tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Kesalahan ini umumnya terjadi karena pengucapan sehari-hari yang terdengar seperti Pebruari Padahal secara etimologi, kata tersebut berasal dari bahasa Latin Februarius, sehingga huruf F tetap dipertahankan dalam penulisan bahasa Indonesia.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa ketelitian dalam berbahasa penting, terutama dalam dokumen resmi, karya tulis, maupun pemberitaan. Satu huruf bisa menentukan ketepatan makna dan kaidah.

Jadi, mulai sekarang tak perlu bingung lagi. Yang benar adalah Februari, bukan Pebruari, dan bukan pula Febuari.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita