Pelabuhan Baubau Resmi Menjadi Pintu Ekspor Langsung Sultra
- 29 Jan 2026 15:34 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) khusunya kepulauan Buton mencetak sejarah baru dalam sektor ekonomi dan perdagangan internasional.
Pelabuhan Baubau kini secara resmi telah beroperasi sebagai titik keberangkatan langsung untuk ekspor berbagai komoditas unggulan daerah menuju pasar global.
Ekspor komoditas perikanan resmi dilepas langsung dari Pelabuhan Murhum Baubau menuju Tiongkok, paada Rabu (28/01/2026).
Langkah ini menandai kemandirian ekonomi Sultra, di mana sebelumnya hasil kekayaan alam daerah seringkali harus melewati pelabuhan di luar wilayah sebelum dikirim ke luar negeri. Hal ini mengakibatkan data ekspor sering kali tercatat atas nama daerah lain, bukan atas nama Sultra sendiri.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menegaskan praktik lama tersebut kini harus dihentikan. Ia mengibaratkan kondisi sebelumnya seperti "telur mata sapi", di mana daerah lain yang mendapatkan nama atau pengakuan atas produk asli dari bumi Sultra.
"Sebelumnya hasil kekayaan potensi perikanan, kelautan, dan pertanian serta perkebunan kita diekspor dari pelabuhan-pelabuhan di luar wilayah Sulawesi Tenggara, sehingga dalam pencatatan wilayah-wilayah tersebut yang dianggap sebagai pemilik komoditas. Ini 'telur mata sapi', kita punya produk, orang punya nama," ujar Hugua.
Kini, Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen penuh untuk memfasilitasi para pengusaha lokal agar melakukan pengiriman langsung dari tanah kelahiran sendiri. Hugua menambahkan bahwa penggunaan pelabuhan dan bandara lokal untuk ekspor adalah kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra.
"Sekarang kita katakan TIDAK! Kita kirim langsung dari pelabuhan-pelabuhan kita, dari bandara-bandara kita untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara," tegasnya.
Dengan dimulainya ekspor perdana langsung dari Pelabuhan Baubau ini, diharapkan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh para nelayan, petani, dan pelaku usaha di Sultra.
Wagub Hugua juga mengajak seluruh pengusaha untuk memanfaatkan fasilitas ini guna membawa produk lokal bersaing di kancah internasional.
"Ayo para pengusaha Sultra, sekarang kita ekspor dari Sulawesi Tenggara ke luar negeri," ajak Hugua.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sultra sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Indonesia melalui hilirisasi dan distribusi logistik yang lebih efisien dan mandiri.