Anemia Masih jadi Masalah Kesehatan Remaja Putri

  • 13 Mar 2026 11:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Anemia masih menjadi tantangan kesehatan serius bagi remaja putri di lingkungan pondok pesantren, terutama karena siklus menstruasi dan masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan sel darah merah. Dosen Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners IIK Bhakti Wiyata Kediri, Putri Kristyaningsih, S. Kep., Ns., M. Kep., menjelaskan bahwa kadar Hemoglobin (HB) yang rendah sangat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar.

“Hal ini terjadi karena HB memiliki fungsi vital untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, sehingga jika kadarnya di bawah normal, santri cenderung merasa lemah dan wajah terlihat pucat,” ucapnya.

Ia memaparkan data observasi menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian khusus di wilayah Kediri. Berdasarkan hasil pemantauan pasca agenda di Pondok Pesantren Miftahul Huda, yang berada di Kecamatan Soko, Kabupaten Kediri, tercatat sebanyak 38 persen atau sekitar 63 santri putri memiliki kadar HB di bawah angka 12.

"Jadi kemarin itu kegiatan kolaborasi dengan DInkes Jatim, dan Puskesmas setempat, untuk memberikan edukasi konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri atau santri putri disana. Nanti dicek lagi apakah masih ada potensi penurunan untuk melihat program pemberian tablet tambah darah ini efektif atau tidak," ujar Putri Kristyaningsih kepada RRI, Jumat, 13 Maret 2026.

Terkait teknis konsumsi, Putri mengatakan para santri diedukasi untuk meminum Tablet Tambah Darah (TTD) secara efektif guna memaksimalkan penyerapan zat besi. Waktu yang paling disarankan adalah pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi efek samping.

Sangat ditekankan agar tablet tersebut tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, atau susu karena dapat menghambat penyerapan. Sebaliknya, konsumsi Vitamin C sangat dianjurkan untuk membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Putri melanjutkan, selain melalui suplementasi tablet, asupan nutrisi dari makanan sehari-hari di kantin pesantren memegang peran kunci dalam pencegahan anemia. Putri merekomendasikan peningkatan konsumsi makanan sumber zat besi dan protein seperti hati ayam, hati sapi, daging berwarna merah, telur, hingga ikan.

Pola makan yang seimbang ini harus didukung dengan ketersediaan menu yang kaya nutrisi di lingkungan pesantren agar para santri terhindar dari kondisi lemas dan gagal fokus saat mengaji maupun bersekolah.

Rekomendasi Berita