Strategi BPS Kota Kediri Kawal Inflasi Ramadan

  • 11 Mar 2026 16:58 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - BPS Kota Kediri mencatat data inflasi pada bulan Februari 0,87 persen secara mounth to mounth (mtm), sementara inflasi tahunan atau year on year (yoy) berada di angka 5,22 persen. Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono, S.St., M.Si, mengatakan adanya pola musiman kenaikan harga komoditas pangan saat memasuki Ramadan dan menjelang idulfitri.

Emil melaporkan penyumbang utama inflasi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan cabai rawit menjadi komoditas pemicu tertinggi.

“Beberapa komoditas yang memberikan andil nilai inflasi bulan Februari dan awal Ramadan ini adalah cabai rawit sebesar 0,32 persen, lalu diikuti oleh telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan beras,” katanya dalam dialog Beranda Asta Cita, Rabu, 11 Maret 2026.

Meskipun demikian, Emil menilai terdapat pula komoditas yang mengalami deflasi, seperti minyak goring, kelapa dan beberapa jenis buah-buahan.

Ia juga mengatakan terkait daya beli, masyarakat Kediri memiliki strategi mandiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan mencari alternative barang lain atau mengurangi jumlah konsumsi saat barang naik. “Masyarakat itu pinter, mereka bisa cari siasat bagaimana kebutuhan tetap terpenuhi meski harga tinggi, kemampuan survive nya gak usah diragukan,” tambahnya.

Selain bahan pangan, kenaikan tarif listrik, air perumahan, serta harga emas juga turut membebani angka inflasi tahun ini. Faktor tingginya permintaan (demand) yang tidak dibarengi dengan penambahan pasokan (supply) menjadi penyebab utama harga pangan tetap bertahan di posisi tinggi sejak Februari.

Menjelang puncak Lebaran, BPS memprediksi tekanan inflasi akan terus terjadi, terutama dipicu oleh kenaikan harga emas dan sektor transportasi akibat budaya mudik. Konflik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia juga menjadi faktor eksternal yang perlu diwaspadai. "Karena bersamaan lebaran ada budaya mobilitas tinggi (mudik) ini perlu transportasi, untuk di bulan ini sudah alami pergerakan transportasi udara," ucapnya.

Untuk langkah antisipasi, BPS mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying yang nantinya dapat memperburuk kondisi inflasi.

Rekomendasi Berita