Wabah PMK Tak Pengaruhi Penjualan Daging Sapi di Jombang

  • 28 Feb 2026 19:19 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Merebaknya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di sejumlah titik di Kabupaten Jombang tidak berdampak signifikan terhadap penjualan daging sapi di pasar tradisional. Aktivitas perdagangan tetap berjalan normal dengan tingkat permintaan masyarakat yang relatif stabil di bulan Ramadan 1447 H kali ini.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Cukir Jombang, Suwandi, mengungkapkan volume penjualan masih terjaga dan tidak mengalami penurunan akibat munculnya kembali kasus PMK. “Untuk harga di awal Ramadan ini masih cenderung stabil. Ada kenaikan tapi masih wajar. Untuk yang kualitas premium, di kisaran Rp130.000 per kg, kualitas mediumnya Rp110.000 per kg,” kata Suwandi, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut Suwandi, adanya kenaikan tersebut, bukan imbas dari kembali merebaknya wabah PMK, melainkan karena dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan. “Kalau PMK tidak terlalu berpengaruh. Warga juga tetap ada yang beli. Jadi naiknya ini murni karena kebutuhan masyarakat yang tinggi di bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jombang mencatat perkembangan positif dalam pengendalian kasus PMK. Kepala Dinas Peternakan Jombang, Moch Saleh, menyampaikan jumlah kasus baru menunjukkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir, seiring meningkatnya angka kesembuhan ternak.

“Perbandingan antara awal dan pertengahan Februari terlihat jelas. Jumlah kasus baru menurun cukup signifikan, dan hewan ternak yang pulih juga semakin banyak,” kata Saleh.

Berdasarkan data Dinas Peternakan, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2026 tercatat sebanyak 147 kasus PMK di Jombang. Dari jumlah tersebut, 102 ekor ternak dinyatakan sembuh, tiga ekor mati, delapan ekor dipotong paksa, dan 34 ekor lainnya masih menjalani perawatan.

Saleh menambahkan pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan untuk meningkatkan kekebalan ternak, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. “Pelaksanaan vaksinasi berjalan sesuai rencana. Ini penting untuk meningkatkan imunitas ternak, apalagi saat kondisi cuaca tidak menentu yang bisa memicu penurunan daya tahan hewan,” ujarnya.

Pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan hewan tetap berjalan selama Ramadan agar target vaksinasi dapat diselesaikan sesuai jadwal, yakni hingga akhir Maret 2026, sekaligus menjaga stabilitas pasokan daging sapi di masyarakat.

Rekomendasi Berita