Shinta Nur Wahid Kunjungi Rumah Bersama Kemanusiaan Kediri
- 01 Mar 2026 17:56 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Memasuki hari ke-11 Ramadan, istri Presiden KH Abdurrahman Wahid, Nyai Hajjah Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid melakukan kunjungan ke Rumah Bersama Kemanusiaan Lansia dan Anak GusDurian Mojokutho di Kediri.
Dalam kunjungan, Minggu, 1 Maret 2026, Shinta Nuriyah Wahid menyatakan, kedatangannya ke Rumah Lansia dan Anak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri bertujuan untuk mempererat silaturahmi.
"Hari ini saya ingin menyapa dan bertemu dengan para lansia dan anak-anak yang menghuni Rumah Bersama Kemanusiaan di Kediri," kata istri Presiden KH Abdurrahman Wahid, Nyai Hajjah Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Pada agenda ini, Shinta Nur Wahid juga sekaligus, guna menyalurkan santunan lansia, anak hebat dan istimewa, kepada mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu. "Di lokasi ini, saya sempat memberi pesan kepada para penghuni itu untuk selalu berbuat kebaikan dan ikhlas. Dengan cara ini, maka kita bisa hidup lebih tenang dan damai," katanya.
Di tempat tersebut, salah satu lansia, bernama Lamiyati mengatakan, sangat senang bisa bertemu langsung dengan Shinta Nur Wahid. Apalagi pertemuan ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan.
Pada momentum ini, Lamiyati juga menyampaikan doa dan harapannya, agar semua penghuni Rumah Bersama Kemanusiaan, selalu diberi kesehatan, dan bisa sembuh dari segala penyakit. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Shinta yang sudah memberi bantuan dan berkenan bertemu dengan semua penghuni Rumah Bersama Kemanusiaan di sini. Semoga pertemuan ini bisa membawa keberkahan, dan Ibu Shinta selalu diberi kesehatan," kata Lamiyati.
Terkait kondisi rumah bersama kemanusiaan, Koordinator Gusdurian Mujokutho Pare Kediri, Antok Mbeller menyebutkan, di tempat tersebut dihuni sekitar 50 orang lansia. "Selain itu, juga ada 15 orang lansia berkebutuhan khusus. Seperti mereka yang menderita penyakit stroke, dan lainnya," katanya.
Adapun dalam kegiatan ini, hadir segenap penghuni rumah lansia dan anak, yang berada di bawah naungan GusDurian Mojokutho Pare, Kediri. Selain itu, juga ada sejumlah pihak terkait dari pemerintah daerah setempat, beserta kalangan donatur dari berbagai daerah, dan rekan jurnalis.