Kesan Wartawan PWI Jatim Ikuti "Retreat" Kemenhan RI

  • 31 Jan 2026 14:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim menuangkan kesannya saat mengikuti retreat yang diselenggarakan PWI Pusat bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Pada agenda tersebut, PWI Jawa Timur mengirim tujuh orang wartawan guna menghadiri retret yang diselenggarakan PWI Pusat bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, Cibodas Kabupaten Bogor, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Dalam keterangan, Sabtu, 31 Januari 2026, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim (Cak Item), mengatakan, dalam retret ini sebagai wadah membentuk sikap disiplin. Mulai dari ketepatan waktu dan apel pagi setiap pukul 07.00 WIB yang selanjutnya masuk kelas untuk pemaparan materi.

"Selain itu, juga ada kegiatan gerak badan dan ketangkasan yang dipandu perwira Akmil. Pokoknya lengkap, padat dan mengasyikkan kegiatannya," kata Cak Item, Sabtu, 31 Januari 2026.

Cak Item menambahkan, dengan mengikuti retreat, pihaknya bisa menambah wawasan kebangsaan, membentuk integritas pribadi, sikap disiplin, olahraga kesehatan dan ada rekreasi. "Lebih dari itu bisa saling mengenal dan berkoordinasi dengan wartawan dari berbagai daerah di Indonesia untuk satu tujuan : persatuan Indonesia," kata Cak Item.

Sementara itu, Ketua Umum PWI, Akhmad Munir menyatakan, tujuh wartawan tersebut adalah Pengurus PWI Jatim, masing-masing Lutfil Hakim (Ketua), Syaiful Anam (Sekretaris), Andy Setyawan (Bendahara), Fery Iz Mirza (Sekretaris DK). Juga Cahyono dan Sunavip Ra Indranata (PWI Malang Raya) serta Sasmito (PWI Bojonegoro). Retreat PWI mengusung tema 'Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional'.

"Secara nasional, agenda retreat ini diikuti oleh 160 peserta dari perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah," katanya.

Munir menyebutkan, kegiatan ini dibuka Kepala Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI. Di tempat ini, pihaknya membacakan sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin yang menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.

"Retreat PWI menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik," katanya.

Selama mengikuti retreat, rinci Munir, jadwal penuh diisi dengan kegiatan pemaparan materi tentang pemahaman dan hal-hal baru berkaitan dengan integritas dan wawasan kebangsaan. Bahkan tampak pula sejumlah Menteri Kabinet Presiden Prabowo hadir memberikan paparan materi dan berdialog/tanya jawab.

"Padatnya kegiatan bukan hanya pemaparan materi, tapi olahraga mulai sebelum sholat subuh (04.00 WIB)," katanya.

Pada kesempatan ini, Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam (Cak Anam) mengemukakan, retreat berasal dari bahasa Prancis 'la retraite' yang berarti menyepi, atau menjauhkan diri. Dalam agama berarti merenung, meditasi atau berdoa.

"Secara umum retret bisa diartikan mengasingkan diri dalam suasana sepi untuk menenangkan diri," katanya.

Selama retreat, lanjut Cak Anam, peserta berada di tengah area PKBN, Kemenhan yakni dari Kota Bogor sekitar 30 Km atau 1 jam perjalanan. Di area seluas 21,33 hektar ini alamnya sejuk dikelilingi pegunungan yang jauh dari hingar bingar dan kebisingan.


Rekomendasi Berita