Alexander Furay Dorong Desa Mandiri Pangan

  • 27 Feb 2026 15:28 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mendorong penguatan program tanam padi berbasis desa guna mewujudkan kemandirian pangan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri reses pertama Anggota DPR Papua Barat Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari PDI Perjuangan, Irsan Lie. Dalam forum tersebut, Alexander menegaskan pentingnya membangun sistem pertanian yang dimulai dari kampung-kampung.

“Kita mau gerakan tanam pangan seperti ini dimulai dari desa. Kalau semua kampung bisa tanam dua hektare padi, kita yakin kebutuhan pangan daerah bisa tercapai,” ujarnya. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap budidaya padi saat ini terus meningkat. Ia mencontohkan sejumlah kampung yang sebelumnya ragu, kini mulai serius mengembangkan lahan persawahan setelah melihat hasil panen yang nyata.

“Sekarang masyarakat sudah semangat. Kampung-kampung lain juga mulai tanam. Ini tanda bahwa program pangan kita berjalan,” katanya. Meski demikian, Alexander mengakui masih terdapat kendala, terutama terkait ketersediaan alat penggiling padi. Saat ini, sebagian mesin yang ada berkapasitas besar dan dinilai kurang efektif untuk digunakan langsung oleh petani di kampung.

“Kendala kita terutama pada alat penggiling. Mesin yang besar kadang tidak tepat guna di kampung. Kami rencanakan ke depan, setiap kampung bisa memiliki mesin portable berukuran kecil supaya petani lebih mudah mengolah hasil panen,” jelasnya.

Ia berharap dukungan DPR Papua Barat dapat membantu pengadaan peralatan tersebut agar produktivitas petani semakin meningkat dan distribusi hasil panen lebih efisien. Selain pengembangan padi, Alexander juga menyinggung potensi komoditas endemik daerah yang telah dipatenkan pemerintah. Namun, menurutnya, belum semua masyarakat memahami nilai strategis komoditas tersebut.

“Kita punya potensi lokal yang sudah dipatenkan, tetapi belum semua orang tahu secara detail. Karena itu kami sedang menyiapkan buku tentang budidaya hingga pascapanen komoditas tersebut,” ungkapnya. Ia berharap dukungan DPR Papua Barat, khususnya dari Irsan Lie, dalam penyusunan hingga peluncuran buku tersebut sebagai bagian dari edukasi dan penguatan kapasitas petani.

Alexander menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif sangat penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat . “Kalau desa kuat, pangan kita kuat. Itu yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita