BPBD Kaimana Laporkan Belasan Rumah Terendam Danau Meluap

  • 18 Feb 2026 20:11 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepala BPBD Kabupaten Kaimana, Hans Janes M Litaay, mengungkapkan sebanyak 14 rumah warga di Kampung Esrotnamba, Kabupaten Kaimana, terendam akibat luapan air danau setelah curah hujan tinggi beberapa waktu lalu.

“Kurang lebih ada 15 kepala keluarga harus mengungsi ke rumah-rumah yang tidak terendam di sekitar danau,” kata Litaay kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis 12 Februari 2026 pekan lalu. Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi masyarakat saat kejadian adalah kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat dari Kampung Warika sebagai titik terdekat menuju lokasi terdampak.

“Kendala yang kita hadapi yaitu akses dari kota ke Kampung Esrotnamba. Kalau misalnya mau jalan dari Kampung Warika itu kurang lebih jalan kaki dua hari,” ujarnya.

Selain jalur darat, alternatif lain menuju kampung tersebut adalah jalur udara menggunakan pesawat jenis Beaver yang dapat mendarat di area danau setempat. BPBD, kata dia, terus berkoordinasi dengan aparat kampung serta masyarakat yang aktif melaporkan kondisi di lapangan meskipun wilayah tersebut tergolong terpencil.

Menurut Litaay, fenomena meluapnya air danau sebenarnya telah berulang dalam siklus sekitar lima tahunan, sehingga sebagian masyarakat sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut. Namun, warga tidak dapat meninggalkan lokasi karena bergantung pada lahan perkebunan di sekitar danau yang dimanfaatkan saat air surut.

Kondisi itu pula yang menyebabkan masyarakat mengalami kekurangan bahan makanan ketika areal perkebunan terendam air dalam waktu cukup lama. BPBD bersama dinas teknis terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Pertanahan, berencana turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian kelayakan permukiman, termasuk kemungkinan relokasi ke wilayah yang lebih tinggi dan aman dari risiko banjir.

“Kita lagi upayakan untuk nanti tim BPBD bersama dinas terkait ke sana untuk melihat apakah masih layak bagi masyarakat tinggal di area danau atau direlokasi ke tempat yang lebih tinggi atau lebih aman,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir di Kabupaten Kaimana agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta menghindari aktivitas di daerah berisiko. “Apabila terjadi kejadian, segera melaporkan ke kami sebagai instansi teknis agar kami dapat mengambil langkah-langkah strategis,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita