Cuaca Ekstrem: Ribuan Rumah di Situbondo Terdampak Bencana
- 08 Mar 2026 13:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18:00 hingga pukul 23:00 Wib, mengakibatkan ribuan rumah warga rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto mengatakan, ribuan rumah terdampak bencana tersebar di sembilan kecamatan yakni Jatibanteng, Bungatan, Panji, Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Kendit, Suboh, dan Situbondo.
"Hujan deras disertai angin kencang berdampak di sembilan kecamatan. Ada sekitar 8.000 rumah warga yang sementara berhasil kami data," ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Timbul Surjanto mengemukakan, hujan deras dengan durasi sekitar 6 jam mengguyur Situbondo dan sekitarnya. Ribuan rumah warga terendam luapan air sungai, atap rumah juga banyak yang rusak karena angin kencang dan tertimpa pohon tumbang.
"Bukan hanya merendam rumah warga, hujan disertai angin kencang juga merusak atap rumah warga," bebernya.
Banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan sebagian menimpa badan jalan. Anggota Pusdalops dan TRC-BPBD dan pihak terkait melakukan penanganan pohon tumbang dan pendataan rumah warga terdampak.
"Kami masih terus melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir, angin kencang dan pohon tumbang," bebernya.
Catatan BPBD, banjir bandang luapan sungai terjadi di enam kecamatan yakni di Kecamatan Banyuglugur ada dua desa terdampak yakni Desa Kalianget dan Banyuglugur. Di Kecamatan Besuki ada lima desa yakni Desa Kalianget, Besuki, Kalimas, Bloro dan Pesisir.
Di Kecamatan Jatibanteng ada dua desa terdampak yakni Jatibanteng dan Wringin anom. Kecamatan Mlandingan ada dua desa yakni Selomukti dan Sumberpinang dan satu desa di Kecamatan Bungatan yakni Desa Bungatan, dan di Kecamatan Kendit ada dua desa, yakni Klatakan dan Kendit.