Kolaborasi Multidisiplin Warnai PHAC-4 & ICMHS-5 2025

  • 03 Sep 2025 23:33 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Universitas Jember resmi membuka The 4th Public Health on Agro-Coastal Community (PHAC-4) dan The 5th International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS-5) 2025 secara daring, Selasa (2/9/2025). Acara dibuka langsung oleh Rektor Iwan Taruna dan mempertemukan akademisi, praktisi kesehatan, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu global mulai dari perubahan iklim, malnutrisi, hingga penyakit menular Mpox.

Dalam sesi perubahan iklim, Zulkhairul Naim dari Universiti Malaysia, Sabah menyoroti pentingnya inovasi sosial untuk memperkuat ketahanan komunitas pesisir. Sementara Assoc. Prof. Kraiwuth Kallawicha dari Chulalongkorn University, Thailand menekankan pentingnya pengelolaan air, sanitasi, dan higiene (WASH) di daerah rawan banjir agar risiko kesehatan dapat diminimalkan.

"Inovasi sosial bukan soal mencari solusi yang mencolok. Pada intinya Adalah bagaimana kita bisa menata ulang hubungan antara manusia dengan alam, generasi muda dengan yang lebih tua, ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal, serta warga negara dengan negara,” ujar Naim.

Pembicara kedua, Assoc. Prof. Kraiwuth Kallawicha, dari College of Public Health Sciences, Chulalongkorn University, Thailand mempresentasikan penelitiannya yang berjudul "Climate Change and WASH for Sustainable Living in Flood-Prone Area in Northern of Thailand”. Pada presentasi tersebut Prof. Kraiwuth menguraikan dampak perubahan iklim terhadap pengelolaan WASH (Air, Sanitasi, dan Higiene) di daerah rawan banjir.

“Pengelolaan air atau WASH saat banjir bukan hanya soal penanganan darurat. Lebih dari itu, ini menyangkut keberlangsungan hidup. Jika dikelola dengan baik, banyak nyawa bisa terselamatkan,” jelas Kraiwuth.

Isu malnutrisi dibahas oleh Girlie Vera Cruz-Libato dari University of San Carlos, Filipina, yang menekankan peran perguruan tinggi dalam merumuskan solusi gizi. Adapun Prof. Jurgen Kurt Rockstroh dari Bonn University, Jerman, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan global terhadap wabah Mpox dengan memperkuat surveilans kesehatan, komunikasi publik, dan pemerataan vaksinasi.

Melalui konferensi ini, Universitas Jember menegaskan komitmennya menjadi pusat ilmu pengetahuan yang aktif menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan mendorong kolaborasi internasional demi solusi yang berdampak bagi masyarakat global.

Rekomendasi Berita