PBB Khawatirkan Akses Negara Miskin di COP30

  • 31 Jul 2025 21:54 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan darurat pada Senin (29/7) untuk membahas kekhawatiran serius terkait melonjaknya biaya akomodasi dan logistik menjelang penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim COP30 yang akan digelar di kota kecil Belem, Brasil, pada tahun depan.

COP30 merupakan forum internasional tahunan yang mempertemukan hampir semua negara di dunia untuk membahas upaya bersama menghadapi perubahan iklim. Pertemuan ini diorganisir oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui badan UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change).

Sejumlah diplomat dan perwakilan negara-negara berkembang menyampaikan keluhan kepada Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), menyatakan bahwa biaya hotel yang sangat tinggi dan kurangnya infrastruktur berpotensi membatasi partisipasi negara-negara miskin dalam pertemuan penting tersebut.

“Ini situasi yang mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, COP30 bisa menjadi salah satu konferensi paling eksklusif dan tidak inklusif dalam sejarah,” ungkap seorang diplomat sebagaimana dikutip dalam laporan Reuters, Selasa (29/7/2025).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tarif hotel di Belem melonjak hingga lebih dari 1.000 dolar AS per malam untuk acara tersebut. Beberapa negara menyatakan bahwa anggaran mereka tidak akan mampu mencakup biaya seperti itu, bahkan untuk delegasi kecil.

Belem, ibu kota negara bagian Pará di Brasil utara, dipilih sebagai lokasi COP30 karena posisinya yang strategis di tepi hutan hujan Amazon. Brasil berharap kota ini dapat menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Namun, lokasi terpencil dan minimnya fasilitas membuat penyelenggaraan acara berskala internasional menjadi tantangan.

Pemerintah Brasil menyatakan sedang bekerja keras memperluas kapasitas infrastruktur, termasuk menambah kamar hotel dan akomodasi alternatif seperti kapal pesiar. Namun, kekhawatiran masih terus bergulir.

PBB melalui UNFCCC, mengatakan akan terus berdialog dengan pihak berwenang Brasil dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan COP30 tetap dapat diakses oleh seluruh negara anggota, termasuk yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

KTT COP30 dijadwalkan berlangsung pada November 2025 dan akan menjadi pertemuan penting untuk mengevaluasi komitmen negara-negara terhadap Perjanjian Paris, terutama dalam hal pengurangan emisi dan pendanaan iklim.

Rekomendasi Berita