BI Gelar Diseminasi Hasil Kajian Dampak Pengembangan UMKM di KCBN Muarajambi

  • 12 Mar 2026 21:05 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Pendukung Wisata Budaya KCBN Muarajambi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jambi, Kamis 12 Maret 2026.

Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi bekerja sama dengan international Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor telah menyusun kajian mengenai Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Pendukung Wisata Budaya Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi.

Kepala Kantor Perwakilan Bi Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman dalam sambutannya menyebutkan, kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan kawasan wisata budaya serta pemberdayaan UMKM desa penyangga kawasan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam strategi penguatan ekonomi daerah.

"Kami berharap melalui diseminasi dan diskusi nantinya dapat memperkaya perspektif kita bersama. Masih banyak pertanyaan yang mungkin nanti akan dijelaskan oleh peneliti. Antara lain, bagaimana strategi terbaik untuk mengintegrasikan pengembangan UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata budaya ke kawasan KCBN Muarajambi, " kata Tedy Ariwf Budiman.

"Kemudian juga kita akan mendapatkan pencerahan tentang bagaimana penguatan branding destinasi dapat meningkatkan fungsi warisatawan, serta bagaimana pelestaraan nilai budaya dapat berjalan selaras dengan pengembangan ekonomi kawasan, " ujarnya.

Sementara Staf Ahli Ahli Gubernur Bidang ekonomi dan pembangunan, Muktamar Hamdi dalam sambutannya menyebutkan, KCBN Muarajambi yang merupakan salah satu candi yang terluas di Asia Tenggara merupakan aset daerah yang harus dioptimalkan dan dikelola secara profesional, sehingga keberadaannya tidak hanya menjadi daya tarik pariwisata namun juga mampu memberikan implikasi terhadap penguatan ekonomi masyarakat lokal.

"Oleh karena itu, kita berharap dengan adanya kegiatan ini, hasil rumusan dari pendekatan ini kita harap nanti menjadi bahan, bagi khususnya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk merumuskan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya UMKM. Di sekitar candi ada lebih kurang 7 atau 8 desa, bagaimana agar kemudian mereka bisa menerima manfaat dari keberadaan Candi Muarajambi itu, " ujarnya

. Sementara itu kegiatan diseminasi tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan, antara lain dari Pemerintah Daerah, kalangan akademisi, pelaku usaha, UMKM dan mahasiswa.

Rekomendasi Berita