Pemkot Jambi Sasar 50 KK penerima Bantuan Pangan jelang Idul Fitri
- 12 Mar 2026 11:09 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi mulai menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari dan Maret 2026 kepada masyarakat. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada Rabu, 11 Maret 2026 di Kantor Camat Alam Barajo, Kota Jambi.
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dari Perum Bulog serta 4 liter minyak goreng kemasan “Minyak Kita”. Penyaluran ini tercatat sebagai yang pertama sekaligus tercepat secara nasional.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di Kota Jambi mencapai 50.213 keluarga. Bantuan yang disalurkan terdiri dari sekitar 1.004.260 kilogram beras dan 200.852 liter minyak goreng.
Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
“Sebagai kebutuhan dasar manusia yang sangat vital, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa kecukupan pangan yang berkualitas dan terjangkau, seluruh aspek kehidupan seperti kesehatan, pendidikan hingga produktivitas ekonomi dapat terganggu,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, pemerintah kota juga telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk memastikan penyaluran bantuan dilakukan sebelum Idul Fitri agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Saya sudah perintahkan agar pembagian bantuan ini dilakukan sebelum Idul Fitri. Alhamdulillah, Kecamatan Alam Barajo menjadi yang pertama,” katanya.
Maulana menargetkan sekitar 20 persen masyarakat Kota Jambi yang menerima bantuan pangan tidak perlu lagi membeli beras dan minyak goreng menjelang Idul Fitri tahun ini.
“Artinya masyarakat bisa mengalihkan pengeluaran tersebut untuk kebutuhan lain,” jelasnya.
Selain bantuan dari pemerintah, selama bulan Ramadan Pemkot Jambi juga menyalurkan berbagai paket bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, tercatat sekitar 80 ribu paket sembako telah didistribusikan kepada masyarakat. Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, maka total bantuan yang tersalurkan mencapai sekitar 130 ribu paket sembako. Itu artinya lebih dari 50 persen, sekitar 55 persen warga Kota Jambi dalam menghadapi Idul Fitri tidak perlu lagi membeli beras,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mengingatkan para camat dan lurah agar tetap siaga di wilayah masing-masing selama periode libur Idul Fitri.
“Camat wajib siaga di wilayahnya, tidak mematikan telepon genggam dan tidak meninggalkan wilayah jauh-jauh mulai H-3 Idul Fitri. Kepada masyarakat yang mudik agar memperhatikan kondisi rumah yang ditinggalkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog dan berbagai pihak yang telah mendukung upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kota Jambi.
“Pemerintah Kota Jambi juga berterima kasih kepada Bulog dan seluruh jajaran sehingga inflasi dapat terkontrol,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Wilayah Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, menyebut penyaluran bantuan pangan di Jambi menjadi yang tertinggi secara nasional berdasarkan data dashboard penyaluran bantuan pangan nasional.
Menurutnya, Provinsi Jambi saat ini menempati peringkat pertama nasional dalam penyaluran bantuan pangan, diikuti Bali di posisi kedua dan Jawa Timur di posisi ketiga.
“Persentase penyaluran Jambi sekitar 2 persen, Bali 0,9 persen, dan Jawa Timur 0,2 persen. Artinya Jambi menjadi yang tercepat dalam penyaluran bantuan pangan nasional,” jelasnya.
Ia menilai percepatan penyaluran bantuan sangat penting untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
“Dengan masyarakat menerima bantuan beras 20 kilogram dan minyak 4 liter, setidaknya selama dua minggu mereka tidak perlu membeli beras dan minyak di pasar. Hal ini secara langsung membantu menstabilkan harga pangan,” ujarnya.
Menurut Ahmad, stok pangan yang dimiliki Bulog saat ini juga berada dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
“Stok pangan Bulog aman. Saat ini tersedia sekitar 8.000 ton beras dan sekitar 700 ton minyak goreng yang terus disalurkan ke pasar-pasar untuk menjaga stabilitas harga,” sebutnya.
Program bantuan pangan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Sosial dalam memperbarui data penerima bantuan agar penyalurannya tepat sasaran.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kerawanan pangan.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran Pemerintah Kota Jambi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT, serta masyarakat penerima bantuan.