Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Rindu
- 18 Feb 2026 16:26 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Bulan suci Ramadhan adalah tamu agung yang selalu dinanti oleh setiap hati yang beriman. Ia datang membawa cahaya ampunan, keberkahan, dan kesempatan untuk kembali mendekat kepada Allah swt. Maka, menyambut Ramadhan bukan sekadar menunggu pergantian bulan dalam kalender Hijriyah, tetapi menghadirkannya dengan hati yang rindu dan penuh harap.
Ustadz H. Taufik Rahman mengatakan, Kerinduan kepada Ramadhan adalah tanda hidupnya iman. Para sahabat Rasulullah saw bahkan telah mempersiapkan diri jauh sebelum bulan suci itu tiba. Mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan dan memohon agar amal ibadah mereka diterima. Hati yang rindu akan menyambut Ramadhan dengan taubat yang tulus, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini adalah momentum untuk memperbanyak tilawah, memperbaiki shalat, memperkuat sedekah, serta menahan lisan dan hati dari segala yang sia-sia. Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa perubahan dalam diri kita.
Menyambut Ramadhan dengan hati yang rindu juga berarti menyiapkan niat yang benar. Niat untuk berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah. Ketika hati telah rindu, ibadah terasa ringan, dan pengorbanan terasa indah.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Semoga Allah swt membersihkan hati kita, menguatkan langkah kita dalam ibadah, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa