DLH Jakarta Siagakan 2.859 Petugas Selama Libur Lebaran
- 13 Mar 2026 13:26 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan ibu kota mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga masa libur Lebaran. Pengerahan ribuan petugas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat yang berpotensi menambah volume sampah di berbagai titik kota.
“Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran. Kami juga menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, di Jakarta, 13 Maret 2026.
Asep menjelaskan, para petugas akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis seperti Tempat Penampungan Sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang diperkirakan dipadati masyarakat selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
Selain menyiagakan personel, DLH juga mengoperasikan berbagai sarana pendukung kebersihan. Di antaranya 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis atau road sweeper, 30 unit bus toilet, serta 35 unit toilet portable yang akan ditempatkan di berbagai titik kegiatan masyarakat.
“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DLH memaksimalkan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS di seluruh wilayah Jakarta. Pada hari H Lebaran, pembersihan jalan akan dilakukan baik secara manual maupun menggunakan kendaraan penyapu jalan otomatis,” ujar Asep.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, selama masa libur Lebaran, perhatian khusus akan diberikan pada kawasan wisata yang diperkirakan dipadati pengunjung. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pembersihan antara lain Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan, hingga kawasan wisata Ancol.
DLH juga memastikan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang serta fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant tetap berjalan selama masa libur Lebaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pengelolaan sampah di Jakarta.
“Selain itu, pengosongan TPS di berbagai wilayah dilakukan secara bertahap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan volume sampah menjelang hari raya,” kata Asep.
Untuk menunjang kenyamanan masyarakat, DLH turut menyiagakan toilet portable dan bus toilet di berbagai titik keramaian seperti kawasan wisata, Tempat Pemakaman Umum (TPU), posko mudik, hingga lembaga pemasyarakatan.
Di sisi lain, DLH juga mendorong kampanye “Mudik Minim Sampah” dengan menyiagakan personel serta fasilitas penanganan sampah di area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan mudik.
“Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,” kata Asep.
DLH akan berkoordinasi dengan pengelola moda transportasi seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan untuk memastikan pengelolaan sampah di lokasi tersebut berjalan dengan baik sehingga kebersihan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
“Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,” ujarnya.