Apel Kesiapsiagaan Takbiran dan Arus Mudik 2026, Ini Pesan Wali Kota Munjirin

  • 12 Mar 2026 22:44 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ratusan personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan pengamanan malam takbiran dan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Kamis, 12, Maret 2026. Apel tersebut dipimpin langsung Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin.

Apel diikuti unsur TNI, Polri, Kejaksaan, serta tenaga kesehatan yang diwakili Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan berjalan sesuai standar demi memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

“Alhamdulillah kesiapan semuanya kita sudah laksanakan sesuai dengan SOP yang ada tinggal dukungan daripada masyarakat untuk menjalankan itu semuanya saya mohon atensi kita bersama-sama jaga kampung kita, kota Jakarta Timur dengan baik,” kata Munjirin, dikutip dari siaran pers yang diterima RRI Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam arahannya, Munjirin menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan selama periode mudik Lebaran. Ia juga mengingatkan warga yang akan melakukan perjalanan mudik agar memperhatikan kondisi kesehatan serta kesiapan kendaraan.

“Masyarakat yang akan melaksanakan mudik yang pertama harus dilakukan pasti jaga kesehatan dulu yang bersangkutan, kemudian menggunakan kendaraan pribadi berarti cek benar kendaraan pribadinya dalam keadaan sehat,” ujar Munjirin.

Selain itu, warga diminta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan untuk mudik. Hal ini termasuk mengunci pintu dengan baik, mencabut aliran listrik, serta memastikan kompor tidak menyala guna mencegah risiko kebakaran.

“Kemudian yang rumah dan kendaraan yang ditinggal, rumahnya harus dalam kondisi aman baik dari barang-barang semuanya dikunci dan sebagainya dari bahaya kebakaran juga harus diamankan aliran listrik benar-benar harus dicermati. Kompor juga harus dilihat, kemudian kuncinya kalau bisa diserahkan kepada tetangganya atau mungkin saudaranya yang bisa dipercaya, jadi kalau ada apa-apa di rumah tersebut nanti secara otomatis bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Munjirin menambahkan, pemerintah kota juga membuka fasilitas penitipan kendaraan bagi warga yang mudik dan tidak memiliki tempat parkir yang aman di rumah. Fasilitas tersebut disediakan di halaman kantor kelurahan maupun kecamatan.

“Kalau tidak mempunyai halaman untuk kendaraan yang tidak dibawa pulang, saya sudah perintahkan kepada kelurahan, kecamatan agar halamannya kalau ada warganya yang mau nitip untuk dipersilahkan dan dibantu untuk diamankan,” ujar Munjirin.

Selain itu, jajaran kecamatan dan kelurahan diminta mengintensifkan patroli di wilayah permukiman serta posko pengamanan selama masa mudik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi Jakarta Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri.

Rekomendasi Berita