Mahasiswa Indonesia Gagas Indonesia American Games 2026 di Chicago
- 28 Feb 2026 03:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Langkah berani ditunjukkan Davon Arjunaidi, mahasiswa asal Indonesia yang menggagas ajang olahraga bertaraf internasional bagi diaspora Tanah Air di Amerika Serikat bertajuk Indonesia American Games (IAG) 2026.
Dapat diketahui, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Chicago, Amerika Serikat, pada 19 hingga 21 Juni 2026 mendatang.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta Davon menceritakan, perjalanannya hingga bisa menempuh pendidikan di Amerika Serikat tidaklah mudah.
Usai lulus dari SMAK 6 Penabur, ia mengaku sempat mengikuti keinginan orang tuanya dengan mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 2024.
Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama. Setelah tiga hari mengikuti masa orientasi mahasiswa baru, ia memilih mengundurkan diri.
“Setelah tiga hari ikut OSPEK, saya memutuskan keluar karena saya merasa itu bukan pilihan hidup saya, melainkan keinginan orang tua,” kata Davon, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Davon menyampaikan, ternyata keputusan cemerlang itu menjadi tiktik balik dihidupnya.
Davon kemudian memilih mengejar minat di bidang keuangan dan mempersiapkan diri mengikuti tes SAT (Scholastic Assessment Test) demi mendapatkan kesempatan kuliah di Amerika Serikat.
Setelah berjuang keras mempersiapkan diri, ternyata upayanya membuahkan hasil yang manis. Ia diterima dan memperoleh beasiswa jurusan Finance di DePaul University.
“Saya berjuang mendapatkan beasiswa Finance. Akhirnya nilai SAT saya memenuhi persyaratan untuk mendapatkan scholarship,” katanya.
Sejak berangkat ke Chicago pada 2024, Davon menjalani kehidupan baru yang jauh berbeda dari Indonesia. Ia menilai kota tersebut sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di Amerika Serikat setelah New York, sehingga menjadi tempat strategis untuk memperdalam ilmu keuangan.
Di tengah kesibukan kuliah, Davon menggagas Indonesia American Games (IAG) 2026 sebagai wadah mempererat kebersamaan diaspora Indonesia lintas negara bagian.
“Pekan olahraga ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat,” ujarnya.
Ajang ini dirancang berlangsung selama tiga hari dengan delapan cabang olahraga, yakni atletik (running), bulu tangkis, catur, bola voli, mini soccer, pickleball, bola basket, dan tenis.
Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, Davon mengajukan dukungan kepada Komite Olimpiade Indonesia dan berhasil memperoleh surat dukungan resmi.
“Saya mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika,” katanya.
Dengan dukungan itu, ia mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan Permias Nasional dan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat.
Menurut Davon, IAG 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga wadah membangun solidaritas dan membuka peluang prestasi bagi generasi muda Indonesia di luar negeri.
Ia berharap ajang tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat diarahkan menuju Olimpiade 2028, sekaligus membuka peluang beasiswa melalui jaringan National Olympic Committee (NOC) internasional.
Ke depan, Davon berencana menjadikan Indonesia American Games sebagai agenda tahunan yang berpindah kota di berbagai negara bagian Amerika Serikat.
“Kami meminta doa kepada seluruh warga Indonesia supaya kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana,” tuturnya.
Melalui gagasan tersebut, mahasiswa berusia 20 tahun ini ingin membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu berkontribusi dan menciptakan dampak positif di kancah internasional.