Benarkan Terjadi Tabrakan Dua Planet di Tata Surya? Ini Penjelasan Peneliti

  • 16 Mar 2026 06:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat dunia dihebohkan pemberitaan, tentang fenomena dugaan dua planet di tata surya bertabrakan. Lantas, apakah benar terjadi tabrakan dua planet di sistem bintang yang jauh dari Bumi?

Melansir laman Science Daily, fenomena tabrakan dua planet di tata surya itu diungkapkan peneliti dari University of Washington. Peristiwa kosmik langka ini, diungkapkan Anastasios Tzanidakis dari University of Washington, terdeteksi sekitar 11.000 tahun cahaya dari bumi.

"Output cahaya bintang itu awalnya stabil, tetapi mulai 2016 muncul tiga penurunan kecerahan. Lalu sekitar 2021, perilakunya benar-benar menjadi sangat aneh," kata Tzanidakis dalam analisa seperti dilansor dari Science Daily, dikutip Senin, 16 Maret 2026.

Tzanidakis menjelaskan, fenomena dua planet yang diduga bertabrakan itu ditemukan di sekitar bintang bernama Gaia20ehk. Bintang tersebut, memiliki karakteristik mirip dengan Matahari.

Tzanidakis pun meneliti, arsip data pengamatan teleskop yang merekam perubahan cahaya bintang tersebut. Menurut Tzanidakis, penurunan cahaya mulai terlihat sekitar tahun 2016.

Ia menambahkan, perubahan drastis terjadi sekitar 2021. Tzanidakis menegaskan bintang sejenis Matahari jarang menunjukkan perilaku seperti itu.

“Bintang seperti Matahari biasanya tidak mengalami perubahan cahaya ekstrem. Sumber perubahan bukan berasal dari bintang tersebut, cahaya bintang tertutup oleh awan debu dan material panas yang melintas," ucap Tzanidakis.

Lalu, ia menuturkan, debu kosmik itu diyakini berasal dari tabrakan besar antara dua planet di sistem tersebut. Benturan dahsyat tersebut menghasilkan pecahan batu dan material yang menyebar luas.

Awan puing hasil tabrakan masih terlihat menghalangi sebagian cahaya bintang. Fenomena ini menjadi petunjuk kuat adanya peristiwa kosmik besar.

Pengamatan ini, diungkapkannya, dinilai sangat berharga bagi dunia astronomi modern. Diakuinya pula, para ilmuwan jarang dapat menyaksikan dampak tabrakan planet secara langsung.

“Luar biasa karena teleskop berhasil menangkap dampak tabrakan ini hampir secara real time,” kata Tzanidakis. Ia menyebut temuan itu membantu memahami proses pembentukan planet.

Astronom lain, James Davenport, mengatakan peristiwa ini penting bagi ilmu astrobiologi. “Memahami tabrakan planet membantu menjawab bagaimana dunia seperti Bumi dapat terbentuk,” ujar James.

Rekomendasi Berita