Menlu Sugiono Ajak ASEAN Saling Bantu saat Perang Timur Tengah

  • 14 Mar 2026 00:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Sugiono mengajak negara-negara ASEAN untuk saling membantu di tengah perang yang melanda Timur Tengah (Timteng). Sugiono mengajak rekan-rekanya saat Pertemuan Khusus Menlu ASEAN merespon situasi di Timteng secara daring, Jumat, 13 Maret 2026.

Menlu Sugiono juga menegaskan kembali pentingnya ASEAN untuk terus memperkuat koordinasi dan menjaga ketahanan kawasan. Juru Bicara Kemlu Indonesia, Yvonne Mewengkang menjelaskan hal ini dalam press briefing, Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

“Menlu RI mendorong de-eskalasi dan menegaskan kembali pentingnya ASEAN untuk terus memperkuat koordinasi. Ketahanan kawasan perlu di jaga dalam menghadapi konflik yang terjadi,” ujar Yvonne menambahkan.

Yvonne menjelaskan, Menlu RI mendorong adanya kerja sama dan evakuasi dan bantuan ke-konsuler-an antar warga ASEAN di wilayah yang terkena dampak dari konflik tersebut. Menurutnya, mekanisme kerja sama ini telah ada di dalam ASEAN.

“Pak Menlu menekankan di situasi seperti ini bagaimana kita negara-negara ASEAN saling membantu WNI. Dan, banyak juga negara-negara ASEAN yang warga negaranya tersebar di Timur Tengah,” kata Yvonne.

Yvonne mengungkapkan, kerja sama untuk memberikan bantuan pelindungan warga negara ASEAN sebenarnya telah terjadi saat menjelang evakuasi WNI dari Teheran, Iran pekan ini. Beberapa negara ASEAN dikatakan meminta bantuan kepada Indonesia untuk turut membantu mengevakuasi warganya.

“Kemarin juga, di Iran, ada beberapa (negara ASEAN) yang ingin menitipkan warganya. Tapi, karena situasi di lapangan sangat dinamis sekali, jadi banyak perubahan di lapangan,” ucapnya menambahkan.

Secara khusus, Menlu Sugiono disebut menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam memajukan dialog dan de-eskalasi di kawasan. Sementara, para Menlu ASEAN sepakat mendorong adanya de-eskalasi dan membahas mengenai berbagai upaya dapat dilakukan terkait dampak bagi kawasan ASEAN jika eskalasi terus meningkat.

Pertemuan khusus para Menlu ASEAN ini dipimpin oleh Menlu Filipina, Maria Theresa Lazaro dan dihadiri oleh Sekjen ASEAN, Kao Kim Hourn. Pertemuan turut membahas dampak ekonomi khususnya terhadap pasokan energi akibat perang antara Iran dengan Israel dan AS.

Rekomendasi Berita