Indonesia Desak Iran, Israel, dan AS Hentikan Saling Serang
- 13 Mar 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mendesak Iran, Israel dan Amerika Serikat (AS) menghentikan saling serang. Hal itu disampaikan Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela merujuk pada akses terbatas di Selat Hormuz akibat perang.
“Indonesia melihat bahwa akses untuk transportasi laut ini (Selat Hormuz-red) penting bagi seluruh dunia. Artinya disini kita melihat dengan kondisi yang terjadi di Timur Tengah, banyak efek luas yang dialami oleh berbagai negara,” kata Nabyl dalam press briefing Jumat, 13 Maret 2026, di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Nabyl menyebut, Indonesia mendorong agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangannya terhadap Iran. “Juga kami mendorong Iran agar menghentikan serangannya terhadap negara-negara Timur Tengah dan mengupayakan agar solusi dilakukan secara damai,” ujarnya.
Menurut Nabyl, desakan untuk dihentikannya saling serang oleh ketiga negara itu di kawasan Timur Tengah, merupakan upaya seimbang dari Indonesia. Serta, Indonesia mengharapkan berbagai desakan yang ada adalah untu mencapai de-eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi dalam penyelesaiannya.
“Dan, mengupayakan agar apapun yang dihasilkan itu tujuannya adalah untuk de-eskalasi, mengurangi konflik dan kembali ke jalur diplomasi. Intinya kita terus mengupayakan agar kepentingan nasional kita juga dapat diusahakan untuk bisa dimajukan, dicapai,” ucap Nabyl menekankan.
Sebelumnya, akibat perang antara Iran dengan Israel yang didukung AS, menyebabkan Iran membatasi akses kapal melintas di Selat Hormuz. Sehingga, turut berdampak pada empat kapal milik Indonesia tertahan di selat itu.

Terbaru, diketahui Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon milik PT Pertamina International Shipping berhasil melewati Selat Hormuz pada Selasa, 10 Maret 2026. Sedangkan VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih menunggu kondisi aman di Teluk Arab.
Terkait hal ini, Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang memastikan, komunikasi intensif dilakukan KBRI Teheran dengan melakukan pendekatan diplomatik kepada pihak Iran. Ia menjelaskan, langkah itu dilakukan guna memastikan kapal-kapal milik Indonesia dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.
“Dapat saya sampaikan dubes kita di Teheran terus komunikasi dengan Kemlu Iran dan otoritas terkait mengenal hal ini. Kita akan terus mendorong pendekatan diplomatik yang intensif terkait isu spesifik ini, karena ini merupakan isu yang krusial untuk kita,” ujar Yvonne Mewengkang dalam kesempatan yang sama.