Otoritas Oman Terus Lakukan Pencarian 3 ABK WNI di Selat Hormuz
- 13 Mar 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pencarian terhadap 3 Anak Buah Kapal (ABK) WNI masih terus dilakukan oleh otoritas Oman di Selat Hormuz. Ketiga WNI ini merupakan ABK kapal tug “Musaffah 2” yang tenggelam di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman, Jumat, 6 Maret 2026.
“Untuk 3 orang WNI kita yang hilang di Selat Hormuz, sampai saat ini masih dilakukan pencarian. Dan, otoritas setempat juga masih terus melakukan pencarian selama 24 jam,” kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Pencarian ketiga ABK WNI kapal berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) masih dilakukan, menyusul belum adanya pernyataan penghentian pencarian dari pemerintah setempat. Termasuk, hingga saat ini pemerintah setempat juga belum mengeluarkan pernyataan terkait penyebab leadakan kapal tug itu pada pekan lalu.
“Mereka tidak akan berhenti sampai pihak pemerintah tempat menyatakan dihentikan pencarian, jadi sampai saat ini masih dilakukan pencarian. Kita belum mendapat pernyataan resmi dari pemerintah setempat apa yang menyebabkan ledakan tersebut,” ucap Heni menambahkan.
Pada kesempatan itu, Heni turut menyebut, belum terdapat informasi terbaru, mengenai laporan WNI yang terjebak di Selat Hormuz. “Sejauh ini masih belum ada lagi laporan apakah ada WNI kita yang terjebak di Selat Hormuz,” ujarnya.
Terpisah, Duta Besar RI untuk PEA, Judha Nugraha menjenguk seorang ABK WNI yang selamat dari insiden ledakan kapal “Musaffah 2” di Abu Dhabi, Selasa, 10 Maret 2026. ABK WNI berinisial YRJ sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Khasab, Oman beberapa saat pasca ledakan terjadi.
Melansir laman Instagram KBRI Abu Dhabi disebutkan YRJ mengalami luka bakar. Dalam kunjungan ke rumah sakit di Abu Dhabi, Dubes Judha Nugraha memastikan kondisi kesehatan YRJ dalam keadaan stabil.
Sebelumnya, terjadi kebakaran 1 tug boat bernama Musaffah 2, berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA), di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman. Kabar insiden yang terjadi Jumat, 6 Maret 2026, dini hari ini diterima KBRI Abu KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat di hari yang sama.
Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas PEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.
Empat awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian. Khusus kondisi 4 awak WNI, 1 WNI selamat saat ini mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit di Abu Dhabi, PEA.