Harga Bensin Jepang Naik imbas Konflik Timteng

  • 12 Mar 2026 14:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tokyo — Harga bensin di Japan mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik. Data menunjukkan bahwa rata-rata harga bensin eceran mencapai 161,80 yen (Rp17.200) per liter pada Senin, 9 Maret 2026.

Angka tersebut naik 3,30 yen (Rp350) dibandingkan 2 Maret dan menandai kenaikan selama empat minggu berturut-turut. Data tersebut dirilis oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Dilansir dari Japan Today.

Kenaikan harga energi ini dipicu oleh konflik yang melibatkan Iran setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia sehingga mendorong harga minyak mentah naik di pasar global.

Lembaga Oil Information Center memperkirakan harga bensin di Jepang masih dapat naik sekitar 20 yen (Rp2.125) pada pekan depan. Kenaikan tersebut berpotensi mendorong harga melampaui 180 yen (Rp19.128) per liter.

Lonjakan harga ini menjadi tantangan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang saat ini tengah berupaya menekan inflasi. Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat memperburuk tekanan terhadap ekonomi dan biaya hidup masyarakat.

Menurut kementerian, kenaikan harga bensin telah tercatat di seluruh 47 prefektur di Jepang. Selain bensin, harga bahan bakar lain juga mengalami kenaikan, dengan harga tercatat naik menjadi 149,8 yen (Rp15.932) per liter.

Sementara itu, harga minyak tanah meningkat 47 yen (Rp4.998). Harganya mencapai 2.267 yen (Rp241.109) untuk setiap 18 liter, yang merupakan ukuran standar tangki penyimpanan rumah tangga di Jepang.

Rekomendasi Berita