Kadis DKPP Nias Barat Paparkan Permasalahan Pertanian di Sitolubanua

  • 04 Mar 2026 20:08 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Barat - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kabupaten Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, S.P. menyampaikan hasil identifikasi permasalahan pertanian di Desa Sitolubanua.

"Hamparan sawah yang menjadi fokus memiliki luas 42,7 hektar, dengan tingkat produktivitas yang masih tergolong rendah, yakni berkisar antara 1,5 hingga 2,2 ton per hektar," ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.

Laporan tersebut disampaikannya saat Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, S.Pt.,M.Si melakukan peninjauan pembangunan di sejumlah wilayah.

Kadis DKPP menjelaskan, salah satu faktor utama rendahnya produksi adalah penggunaan benih hasil panen sebelumnya, bukan benih unggul, yang menyebabkan penurunan hasil sebesar 10 hingga 15 persen setiap musim tanam.

"Selain itu, pengolahan tanah yang belum optimal serta tingginya serangan hama akibat penggunaan varietas turunan ke-10 hingga ke-11 turut memengaruhi hasil panen," ucapnya.

Sebelumnya, telah disepakati penanaman serentak di seluruh hamparan sawah Lahere Desa Sitolubanua sebagai langkah strategis peningkatan produktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan menyetujui permintaan kelompok tani dengan catatan bersedia mengikuti ketentuan dari Dinas DKPP, termasuk pembangunan jalan untuk akses menuju persawahan serta pemakaian traktor.

"Kami menginstruksikan agar DKPP segera menindaklanjuti keluhan dan permintaan kelompok tani, baik urusan benih, pupuk, obat-obatan serta agar menurunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani secara intensif," tuturnya.

Terkait irigasi, lanjut Bupati Eliyunus, akan dilakukan kajian teknis terlebih dahulu agar pembangunan tepat sasaran dan berfungsi optimal.

Rekomendasi Berita