Astrologer Ditangkap Usai Ramal Gempa Myanmar

  • 26 Apr 2025 11:57 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Seorang pemuda asal Myanmar, John Moe The, yang menyebut dirinya sebagai astrolog, ditangkap setelah meramal akan terjadi gempa susulan di negara yang belum pulih dari bencana serupa. Ramalan tersebut viral di TikTok dan memicu kepanikan massal.

Pemuda 21 tahun itu dibekuk pihak berwenang di kediamannya di Sagaing, setelah videonya yang memprediksi gempa “sangat kuat” dalam 12 hari ke depan menyebar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia memperingatkan masyarakat untuk meninggalkan bangunan tinggi dan membawa barang-barang penting.

Video itu meraih lebih dari tiga juta tayangan, dan banyak warga Myanmar menganggap ramalan itu serius. “Sebagian besar tetangga saya tidak berani tinggal di apartemen dan tidur di jalan,” ujar seorang warga, Nan Nan. Bahkan ada yang menyewa rumah di luar kota demi menghindari kemungkinan gempa.

Penangkapan ini terjadi tak lama setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar dan menewaskan lebih dari 3.700 jiwa. Pemerintah militer Myanmar kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bahwa John Moe The ditangkap karena menyebarkan berita bohong yang dapat memicu keresahan publik.

“Kami mendapat laporan mengenai penyebaran berita palsu melalui akun TikTok yang mengklaim akan terjadi gempa besar. Tindakan hukum akan diambil secara tegas,” demikian bunyi pernyataan pemerintah.

Menurut hukum yang berlaku di Myanmar, menyebarkan informasi palsu di media sosial dapat dijerat hukum. Organisasi hak asasi manusia Article 19 juga mencatat adanya pembatasan ketat terhadap kebebasan berekspresi di negara tersebut.

Sementara itu, United States Geological Survey (USGS) menegaskan bahwa hingga kini tidak ada metode ilmiah yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa. “Tak ada ilmuwan yang dapat memprediksi gempa. Kami belum tahu caranya dan kemungkinan besar tidak akan tahu dalam waktu dekat,” tegas USGS.

Kasus ini kembali mengungkap ketegangan antara kebebasan berpendapat dan keamanan publik di tengah krisis nasional.

Rekomendasi Berita