Warga Iloheluma Tuntut Pengembalian Lahan HTI

  • 04 Feb 2026 20:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Persoalan penguasaan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat mengemuka di Desa Iloheluma, Dusun Botu Tomie, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin 2 Februari 2026. Masyarakat menyampaikan keluhan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil V, Ridwan Monoarfa, terkait keberadaan HTI yang dinilai telah menggerus sumber penghidupan warga sejak pengalihan lahan ke perusahaan pada 2013 silam.

Warga menuntut agar lahan HTI seluas kurang lebih 400 hektare dapat dikembalikan kepada masyarakat dan disertifikatkan secara resmi. Lahan tersebut disebut sebelumnya merupakan milik sekitar 72 Kepala Keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

“Lahan itu dulu milik masyarakat, tapi dialihkan ke perusahaan dan bahkan sempat berujung ke pengadilan,” kata salah seorang warga.

Selain kehilangan lahan produktif seperti cengkeh, pala, dan durian, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan dari aktivitas HTI. Masyarakat Desa Tolango menyebut banjir kerap terjadi akibat material yang hanyut dari kawasan perusahaan dan merusak lahan pertanian serta mengancam permukiman.

Persoalan kebutuhan dasar turut mencuat, khususnya permohonan pemasangan listrik gratis bagi sekitar 10 Kepala Keluarga di Dusun Botu Tomie yang hingga kini belum menikmati akses listrik secara layak.

Di sektor ketenagakerjaan, masyarakat menilai keberadaan perusahaan belum memberikan dampak signifikan bagi warga lokal. Generasi muda juga mengeluhkan sulitnya memperoleh pekerjaan akibat pembatasan usia, meski banyak di antaranya telah menyandang status wisudawan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa mendorong masyarakat untuk memperkuat koperasi desa sebagai salah satu instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Seluruh aspirasi masyarakat sudah kami catat dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait,” ucap Ridwan Monoarfa.


Rekomendasi Berita