Sinergi Penguatan BPT Pala Tomandin Perkokoh Hilirisasi Fakfak
- 04 Mar 2026 20:02 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Penguatan Blok Penghasil Tinggi (BPT) Pala Tomandin terus dilakukan sebagai langkah strategis menjaga mutu dan keberlanjutan komoditas unggulan Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Upaya ini menjadi fondasi utama dalam membangun sistem perbenihan yang kuat guna mendukung program hilirisasi perkebunan pala di daerah tersebut.
Tim dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat melaksanakan evaluasi terhadap delapan kebun benih dan tiga penangkar pala Tomandin. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan rencana aksi hilirisasi pala di Fakfak.
Kabid Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Heri Benidiktur, mengatakan evaluasi difokuskan pada kemurnian varietas, produktivitas pohon induk, kesehatan tanaman, serta standar teknis pengelolaan kebun benih.
“Evaluasi ini memastikan sumber benih benar-benar berasal dari pohon induk unggul dan memenuhi standar mutu ekspor, sehingga fondasi hilirisasi pala di Fakfak semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, tim evaluasi dari BBPPT Ambon, Jondri, menekankan pentingnya pengaturan tajuk dan sirkulasi udara di kebun benih. Menurutnya, produktivitas pala sangat dipengaruhi oleh kepadatan tajuk yang berpotensi meningkatkan kelembapan dan memicu serangan penyakit.
“Penjarangan cabang, pengaturan jarak tanam, dan sanitasi kebun harus konsisten dilakukan agar tanaman tetap sehat dan produktif,” katanya.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa penguatan BPT menjadi bagian penting dalam mendukung program 1.000 hektare Kawasan Pala atau Kapala Emas. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada perluasan areal, tetapi juga memastikan kualitas sumber benih unggul.
“Penguatan BPT adalah investasi jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan produksi dan memperkokoh rantai pasok pala Fakfak dari hulu hingga hilir,” ucapnya.
Saat ini terdapat delapan BPT-PIT (Blok Penghasil Tinggi – Pohon Induk Terpilih) yang dipelihara secara intensif sebagai pusat sumber benih unggul pala Tomandin. Perawatan dilakukan melalui pemupukan rutin, pengendalian hama dan penyakit, serta pendampingan teknis bersama petani, guna memastikan konsistensi bahan baku untuk pengolahan lanjutan seperti fuli dan minyak atsiri.