Wagub Kalbar Dorong Peningkatan Produksi Tekan Inflasi
- 12 Mar 2026 14:24 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menyoroti persoalan inflasi daerah yang kerap terjadi pada hari besar keagamaan nasional (HBKN) di Kalimantan Barat. Hal ini ia tegaskan ketika memberikan sambutan dalam Musrembang Kabupaten Sanggau, Kamis 12 Maret 2026.
"Setiap natal inflasi, lebaran inflasi, Imlek inflasi. Ini dikarenakan meningkatkannya permintaan dimasyarakat sedangkan produksi tidak mencukupi," kata Wagub Krisantus.
Ia mengatakan, pemerintah kerap berupaya menekan inflasi melalui operasi pasar. Menurutnya, operasi pasar yang dilakukan belum menyentuh persoalan mendasar penyebab inflasi di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau.
"Operasi pasar anggaplah Provisi 1.000 paket, Kabupaten 1.000 paket, paling jadi 2.000 paket. Yang beli warga sekitaran kota Kabupaten Sanggau ini saja. Apakah itu signifikan untuk menyelesaikan laju inflasi yang terjadi ketika hari raya? ini tidak bisa kita jedikan seolusi, karena kita sudah tahu penyebabnya adalah kekurangan bahan pokok,” ungkapnya.
Krisantus menekankan, untuk menghadapi inflasi saat HBKN memerlukan kebijakan yang menyentuh dasar persoalan yakni peningkatan produksi kebutuhan pokok. Untuk itu, ia mendorong agar Kabupaten Sanggau dapat memanfaatkan peluang tersebut guna meningkatkan produksi kebutuhan pokok yang kerap mengalami peningkatan harga ketika HBKN.
“Kita sudah tahu penyebabnya adalah kekurangan bahan pokok yang diperlukan. Ayam kurang kenapa, kita tidak ternak ayam? Telur kurang kenapa, kita tidak pelihara ayam petelur? Kedelai kurang kenapa, kita tidak bekebun kedelai? Untuk bikin tempe dan tahu?,” ucapnya.
Wagub Krisantus menegaskan, Operasi Pasar guna menekan inflasi saat HBKN tetap boleh dilakukan asalkan sentra produksi harus terus didorong. Menurutnya, masalah inflasi harus dituntaskan dari akar permasalahannya yakni ketersediaan bahan pokok yang diperlukan masyarakat.
“Setiap hari raya kita dapat inflasi, operasi pasar, tak operasi pasar. Boleh operasi pasar, boleh. Tapi kita harus menyiapkan sentra-sentra produksi,” tukasnya.