Gubernur NTT Dukung Komunitas The Bridge Gelar Program Paskah Pelajar

  • 13 Mar 2026 16:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi komunitas The Bridge yang bergerak dalam pembinaan remaja di Kota Kupang. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program edukasi bagi pelajar, termasuk penguatan karakter serta pencegahan HIV/AIDS.

Audiensi berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT pada Kamis, 12 Maret 2026. Komunitas The Bridge dipimpin oleh Christo Valerio bersama jajaran pengurus yang memaparkan berbagai agenda pembinaan remaja di NTT.

The Bridge merupakan wadah pembinaan remaja yang diinisiasi oleh Yayasan New Genesis. Program yang dijalankan berfokus pada pendekatan edukatif, penguatan karakter generasi muda, serta kampanye pencegahan HIV/AIDS di kalangan pelajar.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus The Bridge memaparkan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah Paskah Pelajar yang direncanakan berlangsung pada 16 April 2026 di Graha Auditorium Universitas Nusa Cendana.

Selain itu, komunitas ini juga akan melakukan roadshow edukasi ke berbagai sekolah dengan materi kesehatan mental, pencegahan HIV/AIDS, serta edukasi kesehatan reproduksi bagi pelajar.

Program lainnya meliputi pendampingan dan konseling bagi remaja yang menghadapi persoalan kekerasan seksual maupun persoalan kesehatan reproduksi.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik inisiatif yang dilakukan komunitas The Bridge dalam mendampingi generasi muda di daerah tersebut.

“Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik inisiatif seperti ini. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas sangat penting untuk membangun generasi muda yang sehat, kuat, dan berkarakter,” ujar Melki.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya memperkuat perlindungan dan pembinaan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas masyarakat, diharapkan berbagai program edukasi tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran pelajar terhadap kesehatan mental, pencegahan HIV/AIDS, serta perlindungan diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Rekomendasi Berita