Kolom Komentar Jadi Kunci Saring Informasi Digital

  • 13 Mar 2026 11:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Memanfaatkan kolom komentar media sosial secara bijak ternyata mampu menjadi langkah awal yang efektif dalam menyaring kebenaran sebuah informasi. Strategi sederhana ini dapat membantu masyarakat terhindar dari persepsi keliru akibat paparan konten digital yang belum terverifikasi keasliannya.

Hal ini disampaikan Petrick Yohanis Meok (Duta Rupiah Flobamorata 2024) dalam obrolan SPADA RRI Pro2 Ende, Senin, 2 Maret 2026. Ia menjelaskan membaca tanggapan warganet lain dapat memberikan sudut pandang tambahan sebelum seseorang mempercayai sebuah unggahan.

"Bagi masyarakat yang enggan melakukan pengecekan ke saluran resmi, kolom komentar bisa jadi akses cepat untuk melihat bahan pertimbangan secara kolektif. Dengan memilah beragam opini yang tersedia, pengguna media sosial bisa lebih cerdas dalam menilai apakah sebuah kutipan berita bersifat asli atau palsu," ujar Petrick.

Kebiasaan langsung membuka komentar sesaat setelah melihat konten merupakan realita perilaku digital masyarakat saat ini yang harus diarahkan secara positif. Alih-alih hanya ikut terbawa arus opini, pengguna diajak untuk lebih kritis dalam membandingkan fakta-fakta yang mungkin muncul di ruang diskusi tersebut.

Kemandirian dalam berliterasi digital ditekankan harus tumbuh dari dalam diri setiap individu tanpa harus selalu bergantung pada edukasi pihak luar. Kesadaran personal untuk memilih informasi secara mandiri menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi derasnya penyebaran berita di media sosial.

Petrick menilai kemampuan mempertimbangkan kebenaran informasi adalah tanggung jawab pribadi yang akan menentukan kualitas ekosistem digital di Nusa Tenggara Timur. Dengan sikap kritis sejak dalam pikiran, potensi seseorang untuk menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks dapat diminimalisir secara signifikan.

Langkah simpel dengan menilik reaksi publik ini dianggap sebagai solusi taktis bagi pengguna yang memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan riset mendalam. Meski sederhana, ketelitian dalam membaca konteks melalui interaksi warganet terbukti mampu memberikan gambaran yang lebih utuh terhadap suatu fenomena.

Masyarakat diharapkan terus mengasah kepekaan mereka agar tidak mudah termakan narasi tunggal yang sengaja diciptakan demi memicu reaksi emosional sesaat. Mari jadikan media sosial sebagai ruang belajar yang sehat dengan mengedepankan literasi digital yang dimulai dari kebiasaan kecil setiap hari.

Rekomendasi Berita