Rapat Forkopimda NTT: Bahas Arus Mudik, Stok Pangan dan Kemanan Perbatasan
- 13 Mar 2026 09:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis, 12 Maret 2026 sore. Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J Nomleni, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN, dan BUMD di wilayah NTT.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis menjelang perayaan Idul Fitri, di antaranya antisipasi arus mudik dan ketersediaan bahan pokok dan BBM. Selain itu pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan dan upaya pencegahan konflik sosial di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor.
Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan pemerintah provinsi melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTT bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi khususnya di Pulau Timor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan transportasi darat, laut, dan udara selama arus mudik Lebaran.
“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Untuk transportasi darat sejauh ini relatif aman,” kata Gubernur.
Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Berdasarkan data dari Bulog, stok beras di NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton dan diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan. Sementara pemantauan harga oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti daging sapi, telur ayam, bawang merah, dan cabai, sehingga pengawasan pasar terus diperkuat. Dalam rapat tersebut juga dibahas upaya pencegahan konflik sosial serta pengawasan jalur perbatasan di kawasan Wini, Motamasin, dan Oepoli yang berbatasan dengan Timor Leste.
Gubernur Melki menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk menjaga keamanan wilayah serta memastikan kelancaran arus mudik dan stabilitas kebutuhan pokok bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri.