MBG Tahap Perdana di Bula Jangkau 1.307 Penerima Manfaat

  • 12 Jan 2026 09:40 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku terus diperluas. Pada Senin (12/1/2025), kegiatan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tiga titik di Kecamatan Bula yakni Bula-Lemumir–Wailola dilaksanakan yang dipusatkan di SD Negeri 6 Bula.

Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten SBT, Muh Nasir Anggar, mengatakan program MBG di wilayah Seram Bagian Timur sejatinya telah berjalan sejak tiga bulan lalu di satu titik, yakni Kecamatan Teluk Waru.

“Kalau di Kabupaten Seram Bagian Timur sendiri sudah aktif kurang lebih tiga bulan lalu, itu sudah satu titik di Kecamatan Teluk Waru. Untuk di Bula ini baru perdana, ada tiga titik tapi satu dapur yang baru beroperasional,” ujar Nasir kepada wartawan.

Ia menjelaskan, launching dilakukan secara bersamaan meski baru satu dapur yang aktif. Dapur tersebut berlokasi di Desa Wailola. Sementara dua titik lainnya, masing-masing di Desa Lemumir dan desa Bula (Lumba-Lumba), masih menunggu pencairan anggaran agar dapat menyesuaikan operasional.

“Jadi yang baru berjalan saat ini satu dapur di Wailola. Dua titik lainnya masih menunggu anggaran,” jelasnya.

Nasir juga mengungkapkan, saat ini terdapat lima titik di Kabupaten SBT yang telah mengantongi Surat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Rinciannya, tiga titik di Bula, satu di Teluk Waru, dan satu di Geser.

Namun, titik di Geser kondisinya masih sama dengan dua titik di Bula yang belum beroperasi karena menunggu anggaran.

Terkait sasaran penerima manfaat, program MBG dilakukan secara bertahap sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional. Pada tahap awal, dapur SPPG Wailola menjangkau sebanyak 1.307 penerima manfaat.

“Minggu pertama ini kita menjangkau 1.307 penerima manfaat. Hari ini dapur ini langsung melayani jumlah tersebut,” kata Nasir.

Penerima manfaat mencakup siswa-siswi sekolah, tenaga pengajar, serta kelompok 3B, yakni bayi, balita, dan ibu menyusui.

Lebih lanjut, Nasir menyebutkan bahwa Program MBG memiliki tiga skema pelaksanaan. Untuk skema mitra mandiri, direncanakan sebanyak 11 dapur, namun enam di antaranya masih dalam tahap persiapan, sementara enam lainnya sudah tersedia saat ini.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun dapur SPPG melalui anggaran APBN di tiga kecamatan, yakni Tutuktolo, Siritauan Widatimur, dan Werinama. Kabupaten SBT sendiri memiliki total 59 titik SPPG yang tersebar di 16 kecamatan, termasuk dapur untuk wilayah terpencil.

“Setelah itu juga ada dapur terpencil. Total di SBT ada 59 titik di 16 kecamatan,” pungkas Nasir.

Rekomendasi Berita