Warga Kilmury yang Viral Diangkut Gerobak ke Puskesmas, Kini Meninggal Dunia
- 10 Mar 2026 08:34 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Seorang warga dari Dusun Dawang, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) , Maluku, dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat viral karena harus diangkut menggunakan gerobak menuju pusat kecamatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh masyarakat setempat, Kubal M Kubal, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam unggahan itu, Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti kondisi akses jalan yang dinilai memprihatinkan di wilayah tersebut.
“Innalilahi wainnailaihi raji'un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” tulisnya.
Ia menjelaskan, korban yang sebelumnya viral karena diantar menggunakan gerobak dari Dusun Dawang menuju Kecamatan Kilmury akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa dini hari.
Menurut Kubal, peristiwa tersebut terjadi karena terbatasnya akses jalan dan fasilitas transportasi di wilayah tersebut. Kondisi infrastruktur yang minim membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat.
“Ini akibat akses jalan yang tidak ada, sehingga nyawa menjadi taruhan,” tulisnya.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar komentar menyoroti perhatian pemerintah daerah serta anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur yang dinilai belum maksimal dalam memperhatikan akses masyarakat di Kecamatan Kilmury.
Kubal menilai tragedi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak, terutama pemerintah, agar lebih serius memperhatikan pembangunan di daerah terpencil.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal angka atau proyek, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Setiap nyawa di daerah terpencil sangat berharga. Jangan sampai ada lagi warga yang kehilangan nyawa karena keterbatasan akses,” tulisnya.
Peristiwa yang terjadi di Dusun Dawang, Kecamatan Kilmury tersebut disebut sebagai duka kemanusiaan yang menuntut langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur serta meningkatkan pelayanan dasar di wilayah terpencil Kabupaten Seram Bagian Timur.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait peristiwa tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.