Bupati SBT Tegaskan Komitmen Jadikan Sagu Komoditas Unggulan Daerah
- 03 Mar 2026 10:26 WIB
- Bula
RRI. CO. ID, Bula - Bupati Seram Bagian Timur, Fachri (SBT) Fachri Husni Alkatiri, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan yang berbasis data ilmiah dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat membuka Fokus Grup Discussion (FGD) Laporan Akhir Potensi dan Kekerabatan Sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur yang digelar di Pujasera Pantai Wailola, Kota Bula, Senin malam, 2 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Fachri menekankan bahwa sagu memiliki makna lebih dari sekadar bahan pangan bagi masyarakat setempat. “Sagu bukan sekadar komoditas pangan bagi masyarakat kita, tetapi merupakan bagian dari identitas, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Seram Bagian Timur. Sagu telah menjadi sumber kehidupan turun-temurun, penopang ketahanan pangan, sekaligus memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurut Fachri, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi sumber daya sagu yang melimpah. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan data ilmiah yang akurat, termasuk pemetaan potensi serta kajian kekerabatan atau keragaman genetik sagu.
“Sehingga kebijakan yang diambil ke depan benar-benar berbasis data atau evidence-based policy,” katanya.
Melalui FGD tersebut, Fachri berharap seluruh peserta dapat mengkaji secara komprehensif hasil laporan akhir potensi dan kekerabatan sagu.
Selain itu, forum ini diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif guna menyempurnakan hasil kajian. Tak hanya itu, Ia juga mendorong lahirnya rekomendasi strategis bagi pengembangan sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur ke depan.
Fachri menjelaskan, pengembangan sagu harus diarahkan pada sejumlah aspek penting. Di antaranya penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi produk sagu, serta pelestarian plasma nutfah dan keanekaragaman hayati sagu.
Selain itu, pemberdayaan masyarakat adat dan petani sagu sebagai pelaku utama juga menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan komoditas tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur berkomitmen untuk menjadikan sagu sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Fachri menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun laporan, para peneliti, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan kajian tersebut.
Ia berharap hasil kajian potensi dan kekerabatan sagu itu dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.