Pemkab SBT Gelar FGD Potensi Sagu, Libatkan IPB-MASI

  • 03 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Bula

RRI. CO. ID, Bula- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pertanian menggelar Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Potensi dan Kekerabatan Sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kegiatan ini berlangsung di Gerai Sagu Pujasera Pantai Wailola, Kota Bula, Senin malam, 2 Maret 2026.

FGD tersebut menghadirkan Ketua Masyarakat Sagu Indonesia (MASI) Prof. MH Bintoro yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) serta CEO PT Sagolicious Indonesia Prima, yang dikenal sebagai "The Queen of Sago" sekaligus Ketua Umum Himpunan Sagu Indonesia dan Dr. H.C. Jenny Widjaja.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, mengatakan FGD ini merupakan tindak lanjut dari survei dan penelitian akademisi IPB yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan di Kabupaten Seram Bagian Timur. Penelitian tersebut menelusuri potensi sagu di tujuh kecamatan, yakni Teluk Waru, Bula Barat, Tututolo, Kiandarat, Siritaun Widatimur, Werinama, dan Siwalalat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi luasan dan sebaran tanaman sagu, mengkaji tingkat produktivitas berdasarkan kondisi eksisting di lapangan, serta menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha sagu, " jelasnya.

Selain itu, forum ini juga merumuskan rekomendasi strategi pengembangan komoditas sagu secara berkelanjutan berbasis komunitas.

FGD dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab SBT, para camat dan kepala desa, petani sagu, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, pelaku usaha, serta masyarakat umum.

Sofyan berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan tanaman sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur.

"Kami berharap hasil diskusi ini mampu memperkuat kebijakan pengembangan sagu, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkasnya.

Lebih lanjut Sofyan menyebutkan, sebagai makanan pokok orang Maluku, sagu banyak tumbuh di Pulau Seram terutama di wilayah Seram Bagian Timur dengan presentasi sekitar 97 persen.

Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah. Dengan menggerakkan potensi sagu, Seram Bagian Timur dinilai bisa meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan sagu secara berkelanjutan.

"Banyak pohon sagu yang punah karena tidak dimanfaatkan atau tidak dikelola dengan baik. Ini anugerah yang seakan ditidurkan, padahal menjadi sumber kehidupan masyarakat Maluku," kata SofyanSofyan

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita