Pemkab SBT Jajaki Kerja Sama dengan BPP PHRI, Dorong Investasi Pariwisata
- 01 Mar 2026 19:45 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) menjajaki kerja sama pengembangan sektor pariwisata dengan Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI).
Penjajakan kerja sama itu mengemuka dalam pertemuan antara Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dengan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi BPP PHRI Yuno Abeta Lahay di kantor Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang berlokasi di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fachri meminta para mitra pengusaha yang bergerak di sektor hotel dan restoran dan tergabung dalam PHRI agar dapat berinvestasi di kabupaten yang dipimpinnya.
Menurut Alkatiri, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki kurang lebih 70 destinasi wisata yang menarik dan atraktif.
“Didominasi oleh wisata bahari (marine ecotourism) yang tersebar di sepanjang pantai daratan utama hingga pulau-pulau kecil,” ungkapnya.
Ia membeberkan sejumlah lokasi wisata eksisting yang telah dapat dikunjungi wisatawan, seperti Pantai Gumumae, Pantai Wailola, Tanusang Geser hingga Danau Sole di Pulau Amarsekaru.
Sementara itu, sejumlah lokasi wisata potensial yang dapat dikembangkan antara lain Pulau Koon, Pulau Garogos, Pulau Neden, Pulau Nukus, Pulau Gofa, Pulau Akat, Pulau Parang, Pantai Karang Bais dan Pantai Pasir Panjang.
Meski memiliki potensi wisata dan sumber daya alam yang besar, Alkatiri mengakui infrastruktur pendukung masih terbatas. Ketersediaan hotel, restoran, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan buatan dinilai belum memadai.
“Arus pergerakan barang, jasa dan orang di SBT akan meningkat dalam 5-10 tahun mendatang apalagi didukung oleh bisnis minyak dan gas bumi,” bebernya.
Bupati Fachri menjelaskan, saat ini jumlah hotel dan penginapan di Kabupaten SBT tercatat sebanyak 24 unit, terdiri dari tiga hotel dan 21 penginapan.
Secara keseluruhan, tersedia 279 kamar dengan 306 tempat tidur. Namun, seluruhnya belum berstatus hotel berbintang.
“Kapasitas hotel dan penginapan ini tidak cukup untuk menampung arus kunjungan wisatawan jika rencana aksi pengembangan sektor pariwisata dilakukan oleh pemerintah daerah bersama mitra swasta. Ditambah dengan pergerakan orang di SBT jika proyek-proyek hilirisasi dan industri mulai beroperasi,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Yuno menyambut baik kehadiran Bupati SBT beserta rombongan. Ia berkomitmen akan membawa hasil pertemuan itu untuk dibahas dalam rapat pimpinan BPP PHRI sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama.