MPA Jamarsingsia Adakan Seminar Kebencanaan

  • 12 Mar 2026 19:18 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tingkat kejadian bencana di Indonesia terus meningkat dengan dampak kerugian yang besar setiap tahunnya, bencana gempa, gunung meletus, kebakaran, banjir serta longsor yang mendominasi pada kejadian bencana indonesia akibat pengaruh iklim global serta deforestasi di beberapa wilayah.

Hal itulah yang mendasari MPA JAMARSINGSIA UIN Bukittinggi melaksanakan seminar kebencanaan dengan mengusung tema "SATU LANGKAH SIAGA, SERIBU LANGKAH SELAMAT".

Seminar kebencanaan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan dibuka untuk umum, organisasi mahasiswa dan Mahasiswa Pencinta Alam (MPA)/Mapala se Sumatera Barat.

Jumlah perserta 47 orang, terlihat disini ada Mapala Mahameru, Mapala Unisbar, Mapala Ekaduga, MapalaKadupa Ungu dan perserta dari umum dan Ormawa dari UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi ujar Rodiatus Syafitri Ketua MPA Jamarsingsia.

Kegiatan di buka secara resmi oleh Hardiansyah Fadli, S.E.I,M.E, selaku pembina MPA Jamarsingsia UIN Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Hardiansyah Fadli mengapresiasi tema seminar kebencanaan ini, dan perlu untuk menjadi suatu tekad generasi muda mileneal untuk peduli atas bencana, dan kemanusiaan dalam deklarasi generasi muda tangguh bencana ujarnya.

Ketua Acara Nur Aisa menyampaikan yang menjadi pemateri dari Seminar Kebencanaan ini adalah Reynaldo selaku penggiat dan praktisi kebencanaan Sumbar, yang banyak terlibat dalam kegiatan kebencanaan baik di BPBD Kota Bukittinggi, BPBD Sumbar, Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Bukittinggi serta BP Geopark Sianok- Maninjau.

Reynaldo menyebutkan, ada beberapa informasi yang disampaikan yakni terminologi bencana dan perspektif pengurangan resiko bencana serta peran generasi muda dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

"Generasi muda memiliki peran strategis selaku agen of changes atau role model generasi muda tangguh bencana, kemampuan respon awal bencana serta dapat juga memberikan advokasi pada program Kampus Tangguh Bencana/Kampus Siaga Bencana di lingkungannya," sebut Reynaldo.

Reynaldo berharap, dari seminar ini dapat terwujud adanya kemampuan generasi muda untuk menyerap dan meneruskan informasi, kememampuan mencegah dan mengurangi resiko bencana.

Termasuk juga kemampuan adaptasi dan kearifan lokal, kemampuan respon yang akurat, dan tepat dari setiap bahaya yang datang, serta kemampuan memulihkan diri serta bangkit dengan cepat pasca terjadi bencana sehingga generasi muda Indonesia benar benar tangguh menghadapi bencana. (UGP/YPA)

Rekomendasi Berita