MPA Jamarsingsia UIN Bukittinggi Gaungkan Generasi Muda Tangguh Bencana
- 11 Mar 2026 17:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam MPA Jamarsingsia dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar seminar kebencanaan bertajuk “Satu Langkah Siaga, Seribu Langkah Selamat” sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap mitigasi bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) ini terbuka untuk umum serta diikuti mahasiswa dan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se-Sumatera Barat dengan total peserta sebanyak 47 orang.
Ketua MPA Jamarsingsia, Rodiatus Syafitri, mengatakan peserta yang hadir berasal dari berbagai organisasi pecinta alam, di antaranya Mapala Mahameru, Mapala Unisbar, Mapala Ekaduga, Mapala Kadupa Ungu, serta mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan dari lingkungan kampus.

Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh pembina MPA Jamarsingsia, Hardiansyah Fadli. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tema seminar yang dinilai sangat relevan dengan kondisi kebencanaan di Indonesia.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan kebencanaan. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan tekad generasi milenial dalam mewujudkan generasi muda tangguh bencana.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Nur Aisa, menjelaskan bahwa seminar menghadirkan narasumber Reynaldo, seorang penggiat dan praktisi kebencanaan di Sumatera Barat. Reynaldo diketahui aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kebencanaan bersama BPBD Kota Bukittinggi, BPBD Sumatera Barat, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Bukittinggi, serta BP Geopark Sianok–Maninjau.
Dalam pemaparannya, Reynaldo menyampaikan sejumlah materi penting terkait terminologi bencana, perspektif pengurangan risiko bencana, serta peran strategis generasi muda dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia.
Ia menekankan bahwa generasi muda dapat berperan sebagai agent of change dan menjadi contoh dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan respon awal saat terjadi bencana serta mendorong program Kampus Tangguh Bencana atau Kampus Siaga Bencana di lingkungan perguruan tinggi.
“Harapannya, melalui seminar ini generasi muda mampu menyerap dan menyebarkan informasi kebencanaan, meningkatkan kemampuan pencegahan serta pengurangan risiko bencana, hingga memiliki kemampuan adaptasi dan respon yang tepat ketika menghadapi bencana,” ujar Reynaldo.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda diharapkan mampu bangkit dan pulih dengan cepat pascabencana sehingga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.
Melalui kegiatan ini, MPA Jamarsingsia berharap kesadaran dan kesiapsiagaan mahasiswa terhadap bencana semakin meningkat, sehingga generasi muda Indonesia mampu berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.