Rendang untuk Sumatera dan Etnofotografi Islam Dibuka Menbud di UI
- 08 Mar 2026 07:07 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Depok - Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka kegiatan sosial bertajuk “Rendang untuk Sumatera” sekaligus meresmikan pameran etnofotografi karya Edy Utama berjudul “Islam di Minangkabau: Surau dan Ritus Keberagamaan di Sumatera Barat” di Makara Art Center, Universitas Indonesia (UI), Depok dilakukan
Program “Rendang untuk Sumatera” merupakan inisiatif kemanusiaan yang menyalurkan sebanyak 17.000 paket rendang kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga menjadi upaya memperkuat identitas budaya Minangkabau melalui kuliner rendang yang telah dikenal luas di tingkat dunia sebagai warisan budaya Nusantara.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa rendang bukan sekadar makanan khas daerah, tetapi simbol nilai gotong royong, ketahanan budaya, dan identitas masyarakat Minangkabau.
“Melalui program ini kita ingin menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi medium solidaritas sosial. Rendang adalah warisan budaya yang menyatukan masyarakat Minangkabau sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan budayawan, antara lain Dirjen dan Irjen Kebudayaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Inayah Wahid, pakar kuliner William Wongso, Santhi Serad, Andrinov Chaniago, serta tokoh adat Minangkabau Rudy Gunawan Syarfi,SE.M.MT Dt Rajo Endah

Selain kegiatan sosial, agenda ini juga menampilkan pameran etnofotografi karya fotografer Edy Utama yang mengangkat kehidupan religius masyarakat Minangkabau. Pameran bertajuk “Islam di Minangkabau: Surau dan Ritus Keberagamaan di Sumatera Barat” menampilkan dokumentasi visual praktik keagamaan masyarakat yang lahir dari pertemuan antara adat Minangkabau dan ajaran Islam.
Melalui karya-karya tersebut, pengunjung diajak memahami dinamika historis antara gerakan ulama Kaum Muda dan Kaum Tua, serta transformasi pendidikan Islam di Minangkabau dari sistem halaqah di surau menuju madrasah modern yang kemudian melahirkan jaringan pendidikan Thawalib.
Pameran ini juga memperlihatkan bagaimana nilai adat dan agama terus berdialog dalam kehidupan masyarakat Minangkabau hingga saat ini.
Paada kesempatan ini Rudy Gunawan Syarfi,SE.M.MT Dt Rajo Endah juga mengajak Chef Willam Wongso untuk dapat meramaikan kegiatan 100 tahun Jam Gadang yang akan di prakarsai oleh Pemko Bukittinggi pada tahun 2026 ini. Kalau bisa mengulangi dan melebihi sukses promosi Rendang yang mendunia bersama Gordon Ramsey, namun kali ini untuk Kuliner Kurai Limo Jorong.
Kehadiran berbagai tokoh nasional, budayawan, dan akademisi dalam satu forum tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui diskursus akademik, tetapi juga melalui aksi sosial konkret dan dokumentasi visual yang memperkuat identitas budaya bangsa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman publik tentang kekayaan tradisi Minangkabau sekaligus menegaskan peran budaya sebagai jembatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.