Bung Itung Ramaikan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di MAN 1 Gulai Bancah
- 26 Feb 2026 14:05 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2027 yang digelar di MAN I Gulai Bancah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan, SE., MM., bersama jajaran dan para pemangku kepentingan daerah.


Dalam pemaparannya, Abdi Gunawan menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang akan menjadi tonggak penting dalam pencatatan dan pemetaan kondisi ekonomi Indonesia. “Sensus ini dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan akan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2026. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, turut diperkenalkan maskot resmi SE2026, “Bung Itung”, yang diharapkan dapat mendekatkan sensus kepada masyarakat serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha. Kehadiran maskot ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik agar pelaksanaan sensus lebih dikenal luas dan mudah dipahami.

Sensus Ekonomi sendiri bukan kegiatan baru. Pendataan ini telah dilaksanakan sejak tahun 1986 dan berlanjut pada 1996, 2006, serta 2016. Pada 2026 mendatang, BPS kembali melakukan pendataan ekonomi terbesar dan terlengkap di Indonesia. SE2026 akan mencakup hampir seluruh lapangan usaha, mulai dari pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, hingga jasa keuangan dan kesehatan. Namun demikian, terdapat tiga sektor yang tidak termasuk dalam cakupan, yakni sektor pertanian, administrasi pemerintahan, dan aktivitas rumah tangga.
Pelaksanaan SE2026 akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 1–31 Mei 2026 melalui pengisian kuesioner online (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI), khususnya bagi perusahaan skala besar yang akan menerima pemberitahuan melalui email. Tahap kedua berlangsung pada 1 Juni–31 Juli 2026 melalui pendataan lapangan secara door-to-door bagi usaha yang belum terdata atau tidak menggunakan metode online.


Menurut Abdi, sensus ini sangat krusial untuk menjawab berbagai isu strategis, seperti penyusunan peta perekonomian wilayah yang akurat, pengukuran daya saing dan persoalan riil dunia usaha, hingga pemotretan fenomena ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Selain itu, SE2026 juga akan memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Data yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Pemerintah daerah dapat menggunakannya sebagai dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan ekonomi. Sektor bisnis memperoleh referensi dalam menyusun strategi dan membaca peluang pasar. Akademisi dapat memanfaatkannya sebagai sumber penelitian, sementara masyarakat memperoleh transparansi informasi untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Secara rinci, SE2026 akan menghasilkan data dalam tiga pilar utama. Pilar pertama adalah struktur ekonomi berdasarkan kewilayahan, skala usaha, dan lapangan usaha. Pilar kedua mencakup karakteristik usaha, seperti permodalan, kinerja, daya saing, serta kendala dan prospek usaha. Pilar ketiga berfokus pada indikator ekonomi digital dan ekonomi lingkungan, termasuk ekonomi hijau dan ekonomi biru yang kini menjadi perhatian global.
Melalui sosialisasi ini, BPS Kota Bukittinggi berharap seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 demi terwujudnya data yang akurat, lengkap, dan berkualitas untuk mendukung pembangunan yang tepat sasaran.